​Keputusan dalam memilih sebuah klub, bisa menentukan perjalanan karier seorang pemain muda. Bergabung dengan klub papan atas, kendati menawarkan potensi untuk meraih prestasi, juga punya risiko tinggi mengubur impian bakat-bakat muda. Oleh karena itu, klub terkadang tidak pikir panjang untuk melego para bakat akademi mereka.


Tidak terkecuali Manchester City. Sejak mendapatkan suntikan dana dari konsorsium asal Qatar di tahun 2009 silam, The Citizens selalu identik dengan tim bertabur bintang. Hal itu membuat para pemain tim muda mereka kesulitan untuk menembus tim utama, alhasil, sejumlah besar dari mereka memilih mengadu nasib di klub lain. Sayangnya, banyak dari mereka yang justru bersinar dan membuktikan kualitas mereka.


Berikut delapan pemain terbaik dari tim muda Man City yang kini bersinar di klub lain.


Ben Mee

Ben Mee

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini mendapatkan promosi ke tim utama Man City pada tahun 2010, kala usianya baru 21 tahun. Sayangnya, keberadaan Kolo Toure, Vincent Kompany, dan Jerome Boateng, membuat Mee hanya mendapatkan kesempatan tampil satu kali bersama tim senior. Dia pun mengambil keputusan untuk hengkang ke Leicester City sebagai pinjaman pada Januari 2011, yang kala itu masih berkiprah di Championship.


Keputusan itu tidak salah, karena bersama The Foxes, dia dipercaya tampil di 15 laga Championship. Man City kemudian melegonya ke Burnley secara gratis pada Januari 2012, tempat Mee mencatatkan 318 penampilan hingga saat ini.


Kieran Trippier

FBL-EUR-C1-ATLETICO-TRAINING

Sebelum menahbiskan diri sebagai salah satu bek sayap terbaik yang dimiliki Inggris bersama Tottenham, dan kini, Atletico Madrid, Trippier muda harus bersaing keras untuk bisa dipromosikan dari tim muda Man City. Sayangnya, kesempatan itu tak pernah hadir. Dia dipinjamkan ke klub Championship, Barnsley antara Februari 2010 hingga Mei 2011, sebelum dilego secara permanen ke Burnley pada Juli 2011.


Namun, aksinya di Turf Moor yang membuat namanya melambung. Di sana, dia dipercaya sebagai bek kanan utama tim, dan mencatatkan 185 penampilan, sebelum hengkang ke Tottenham pada Juli 2015. Sukses mematenkan posisinya sebagai bek papan atas Inggris, dia pun menerima pinangan Atletico Madrid di musim panas 2019, dan kini menjadi punggawa Los Rojiblancos di sisi kanan pertahanan.


Jason Denayer

Jason Denayer

Bertubuh tinggi kekar dan bisa bermain di seantero lini belakang, karier seorang Jason Denayer justru jauh dari kata mulus. Dipromosikan ke tim senior The Citizens pada Juli 2014, Denayer tidak pernah sekalipun mencicipi bermain bersama tim utama. Hanya berselang sebulan dari promosinya, dia langsung dipinjamkan ke Celtic, sebelum kemudian terus dipinjamkan secara berturut-turut ke Galatasaray, Sunderland, dan kembali lagi ke Galatasaray.


Nasibnya baru membaik, setelah pada Juli 2018, raksasa Ligue 1 Prancis, Olympique Lyon memutuskan untuk menebusnya dengan harga 6,5 juta euro. Sejak saat itu, pemain Timnas Belgia ini tidak tergantikan dalam sistem tiga bek Les Gones, dan sudah mencatatkan 82 penampilan sejak kedatangannya.


David Brooks

David Brooks

Satu lagi pemain muda yang tidak pernah mendapatkan kesempatan bersama Man City. Sosok gelandang serang satu ini bahkan tidak mendapatkan kesempatan promosi, ketika The Citizens melepasnya dari tim U-18 ke tim Sheffield United U-18 pada 2014. Namun, di sana dia mampu menunjukkan tajinya. Meraih promosi ke tim senior The Blades pada Juli 2015, dia dipinjamkan ke tim kasta ke-5 selama satu bulan, Halifax Town, sebelum ditarik kembali ke Bramall Lane pada September 2015.


Kendati tidak langsung dipercaya tampil di tim utama, dia dipercaya tampil secara sporadis selama tiga musim di sana, dengan catatan 37 penampilan, tiga gol, dan delapan assist. Statistik itu cukup meyakinkan Bournemouth untuk mendatangkannya dengan harga 11 juta euro pada musim panas 2018. Hingga kini, dia sudah tampil di 33 laga, dengan catatan tujuh gol, dan lima assist.


Jadon Sancho

Jadon Sancho

Mungkin, transfer dari seorang Sancho adalah penjualan yang paling disesali oleh manajemen The Citizens. Bagaimana tidak, Sancho sejatinya merupakan didikan tim muda Man City, dan sudah bersama mereka sejak 2015. Sayangnya, suramnya persaingan dengan para bintang, membuat Sancho mengambil langkah drastis yang jarang diambil pemain muda Inggris, hengkang ke Bundesliga Jerman. Kala itu, raksasa Jerman, Borussia Dortmund, bersedia menebus Sancho dengan harga 7,8 juta euro.


Kepercayaan Die Borussen terbukti di bayar tuntas. Di musim pertamanya, dia sudah dipercaya bermain di 21 laga, dan mampu menorehkan lima gol dan tujuh assist. Statistiknya makin meningkat di musim kedua dan ketiga, dengan total 90 laga, 31 gol, dan 42 assist, yang sekaligus membuatnya menjadi pemain di bawah 20 tahun dengan statistik terbaik dalam sejarah Bundesliga.