Penyebaran virus Corona terus memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia. Jumlah kasus yang dilaporkan dan catatan korban yang terus meningkat membuat kondisi menjadi semakin buruk. Sepak bola juga terus mendapatkan sorotan terkait langkah yang diambil akibat adanya berbagai pertandingan dan kompetisi yang terpaksa ditunda.


Italia saat ini menjadi negara yang merasakan dampak besar akibat penyebaran COVID-19, dengan 74386 kasus dan 7503 korban jiwa. Serie A menjadi liga pertama yang mengambil keputusan untuk menunda rangkaian kompetisi, dan saat ini belum ada kejelasan mengenai langkah berikutnya yang akan diambil untuk menyelesaikan rangkaian kompetisi musim 2019/20.


Presiden FIGC (Asosiasi Sepakbola Italia), Gabriele Gravina, masih memiliki harapan bahwa rangkaian kompetisi domestik di Italia pada musim 2019/20 dapat diselesaikan. Gravina berharap kompetisi Serie A dapat kembali berlangsung pada Juli atau Agustus 2020, bergantung dengan keadaan di negara tersebut.


“Ketika masih ada kemungkinan, saya tidak akan kehilangan harapan untuk melanjutkan rangkaian kompetisi, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar harapan itu dapat terwujud. Saya merasa kesulitan untuk menyerah begitu saja. Saya paham bahwa masih terlalu cepat untuk menetapkan tanggal awal, tetapi kami harus tetap menjaga pola pikir positif.”


“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan dukungan dari FIFA dan UEFA untuk menyelesaikan kompetisi melewati tanggal 30 Juni, dan melanjutkannya pada Juli hingga Agustus,” ujar Gabriele Gravina dalam pernyataan yang dikutip dari Goal.


Gravina juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada kesempatan bagi pihak yang ingin memanfaatkan keadaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok mereka sendiri, karena pada akhirnya keputusan akhir berada di tangan FIGC selaku asosiasi sepakbola di negara tersebut.