Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia, dengan jumlah penonton yang terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Keadaan ini mendorong adanya berbagai pengembang dan penerbit gim yang berusaha untuk membuat gim sepak bola yang menarik minat dari berbagai lapisan penonton olahraga tersebut, baik yang memang memiliki minat untuk bermain gim secara rutin atau yang hanya tertarik dengan gim sepak bola.


Seiring dengan berjalannya waktu, terdapat tiga gim sepak bola yang bersaing untuk mendapatkan perhatian (dan pendapatan) dari penggemar sepak bola. Seri gim FIFA dari EA Sports dan Pro Evolution Soccer (PES) dari Konami menjadi dua yang paling sering mendapatkan sorotan tinggi di Indonesia, dengan Football Manager (FM) dari Sports Interactive sebagai gim yang memenuhi pangsa pasar yang berbeda.


PES dan FIFA menjadi dua gim sepak bola yang sering mendapatkan sorotan tinggi dan diperdebatkan di Indonesia karena dua aspek. Perbedaan pandangan mengenai kualitas grafik dan permainan membuat pemain PES dan FIFA sangat sering memperdebatkan gim mana yang lebih unggul dibandingkan dengan yang lain. PES sering dianggap sebagai gim yang unggul dari segi kualitas permainan, sedangkan FIFA dianggap sebagai gim yang unggul dari segi kualitas grafik (dan lisensi).


Mengingat dalam beberapa tahun terakhir FIFA meningkatkan jumlah lisensi klub, liga, dan kompetisi lainnya, mengatakan bahwa gim tersebut lebih unggul dari PES adalah pendapat yang wajar. Tetapi anggapan tersebut tidak berlaku di Indonesia, terutama pada 2012, saat kedua gim itu berada pada puncak persaingan yang berlangsung dengan cukup ketat di negara ini.


PES 2013 (dan seri sebelumnya) membekas dalam kenangan berbagai pemain gim sepak bola di Indonesia dengan berbagai bentuk. Mulai dari banyaknya jam yang dihabiskan bermain dengan teman-teman di rental Playstation (PS), sampai berbagai modifikasi yang dapat dilakukan terhadap tampilan gim tersebut. PES 2013 dapat disebut sebagai puncak karya Konami dari segi kualitas permainan dan fleksibilitas untuk modifikasi.


Para pengguna menikmati tendangan, baik umpan atau upaya untuk mencetak gol, yang akurat namun tidak berlebihan dalam ukuran gim sepak bola. Kualitas animasi halus mendukung pergerakan yang dilakukan oleh para pemain di dalam lapangan, dan membuat para pengguna mampu mendapatkan perasaan bahwa mereka terlibat di dalam permainan tersebut.


Kembali ke aspek fleksibilitas untuk modifikasi, aspek ini membuat PES 2013 tidak lekang oleh waktu. Apabila menggunakan fitur pencarian di Google, mencari file modifikasi untuk gim tersebut yang membuat pengalaman permainan Anda mendekati dengan apa yang ada pada musim 2019/20 adalah sesuatu yang relatif mudah.


Terdapat berbagai aspek yang dapat dimodifikasi, mulai dari melengkapi lisensi di lima liga top Eropa, sampai Liga Indonesia dan Timnas Indonesia di berbagai tingkat. Hal ini membuka ruang yang sangat besar untuk memudahkan para pemain membangun narasi permainan yang mereka inginkan. Aspek simulasi yang dapat dikatakan lengkap dan saling mendukung dari segi kualitas permainan dan apa yang ditampilkan.


Kedua aspek yang saling mendukung dan melengkapi itu membuat PES 2013 pantas disebut sebagai gim terbaik yang dibuat oleh Konami untuk seri gim itu. Sesuatu yang membuat gim ini sangat populer di Indonesia, bahkan enam tahun setelah dirilis dan adanya enam gim lainnya yang menjadi penerusnya.