Hukuman larangan tampil di sebuah turnamen tertentu pernah dialami beberapa tim atau klub sepak bola karena pelanggaran tertentu yang mereka buat. Terbaru ada kasus Manchester City yang dilarang tampil di semua kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions yang kemungkinan besar tiketnya sudah pasti mereka genggam, akibat pelanggaran aturan Financial Fair Play. 

Jika hukuman terhadap Manchester City lebih bersifat keseluruhan dalam satu sistem kompetisi, kelima tim yang disebutkan di bawah ini mendapatkan hukuman tak boleh tampil di turnamen tertentu. Empat di antaranya adalah tim nasional, sementara satu lainnya merupakan klub raksasa Liga Spanyol. 

1. Real Madrid (Copa Del Rey)
Denis Cheryshev

Pada musim kompetisi 2015/16 Real Madrid mendapatkan hukuman pencoretan keikutsertaan dari Copa Del Rey karena menurunkan pemain yang masih dilarang tampil yaitu Denis Cheryshev saat menghadapi Cadiz di babak 32 besar. Namun kala itu Real Madrid mengklaim kesalahan memainkan Cheryshev pada laga melawan Cadiz bukan karena keteledoran mereka. 


Kubu Los Blancos mengklaim bahwa tidak ada pemberitahuan baik secara resmi maupun lisan kepada Madrid dari pengadil klub Liga Spanyol RFEF dan pemilik Cheryshev sebelumnya, Villarreal. 


Meski sudah mengajukan banding, Madrid kehilangan hak untuk melanjutkan langkah mereka di turnamen domestik Spanyol tersebut pada musim itu.


2. Rusia (Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022)
FBL-WC-2018-MATCH33-URU-RUS

Sungguh ironis nasib tuan rumah Piala Dunia 2018 lalu, Rusia. Negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin itu mendapatkan larangan tampil di dua turnamen sekaligus, yaitu Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022. 


Badan Anti-Doping Dunia (WADA) melarang Rusia tampil dalam semua event olahraga resmi selama empat tahun mendatang setelah menghalangi investigasi WADA yang mencurigai negara itu menyembunyikan ratusan kasus doping. 


Sebagai akibatnya semua kontingen olahraga Rusia, termasuk sepak bola, dilarang tampil di Olimpiade 2020 di Tokyo dan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing. Sementara tim sepak bola mereka juga dilarang tampil pada gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar.


3. Zimbabwe (Piala Dunia 2018)
FBL-AFR-2019-MATCH26-ZIM-COD

Gegap gempita penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Prancis harus dilewatkan salah satu negara Afrika, Zimbabwe, yang mendapatkan larangan tampil di turnamen tersebut sejak babak kualifikasi. Hukuman itu dijatuhkan oleh FIFA setelah Federasi Sepak Bola Zimbabwe gagal melunasi utang mereka terhadap pelatih Jose Claudinei Georgini. 

Pelatih Georgini membuka proses disipliner melawan Zimbabwe dan keputusan dikeluarkan pada tanggal 15 Agustus 2012 oleh hakim tunggal Komite Status Pemain FIFA, yang memerintahkan negara tersebut untuk membayar utang mereka. 


Zimbabwe diberi jangka waktu 60 hari untuk membayar setengah dari utangnya, dan 60 hari berikutnya untuk membayar sisanya, dan juga diperingatkan bahwa sanksi yang lebih keras dapat dikenakan jika mereka gagal melunasi utang tersebut.


Zimbabwe gagal menyelesaikan kewajiban mereka dan masih diberi jangka waktu 60 hari tambahan setelahnya dan tetap gagal membayar utang mereka. Pada Maret 2015 diputuskan bahwa Zimbabwe dilarang tampil di Piala Dunia 2018. 


4. Yugoslavia (Piala Eropa 1992)
SOCCER-FRA-YUG

Nasib sial lainnya harus dialami Yugoslavia pada gelaran Piala Eropa 1992. Setelah lolos dari babak kualifikasi dengan catatan mengagumkan, menorehkan tujuh kemenangan dari delapan pertandingan, Yogoslavia harus dicoret keikutsertaannya 10 hari sebelum turnamen karena perang yang terjadi di negara mereka. 


Denmark, yang menjadi runner up dalam grup yang sama dengan Yugoslavia, akhirnya mengambil jatah tiket negara tersebut. Selanjutnya, seperti yang kita ketahui negeri Skandinavia itu secara dramatis berhasil menjuarai turnamen empat tahunan tersebut.


5. Indonesia (Piala Asia 2019)
FBL-2022-WC-ASIA-QUALIFYING-INA-VIE

Tentu saja rakyat Indonesia belum melupakan masa-masa kelam ketika FIFA memberikan sanksi berupa pencopotan status anggota karena campur tangan pemerintah dalam mengurus sepak bola negeri ini. 


Dampaknya tentu terasa hingga ke level tim nasional ketika para penggawa Merah Putih tak bisa tampil di kualifikasi Piala Asia 2019. Kualifikasi Piala Asia 2019 tahap pertama disatukan dengan Kualifikasi Piala Dunia 2018 ronde kedua. Sialnya ketika tahapan kualifikasi tersebut dimulai, PSSI tengah disanksi FIFA sehingga Timnas Indonesia dicoret.