​Teka teki soal masa depan bintang timnas Indonesia, Witan Sulaeman akhirnya terjawab, memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya dengan PSIM Yogyakarta, Witan memilih untuk mengadu nasibnya di Eropa bersama klub asal Serbia, FK Radnik Surdulica.


Tak tanggung-tanggung, Witan pun sudah resmi menandatangani kontrak selama tiga setengah musim. Publik tentu dibuat penasaran hal apa yang membuat Witan memilih untuk mengadu nasib di Serbia, ternyata ada pengaruh Egy Maulana Vikri di dalamnya.

"Saya dan Egy sudah bersama-sama sejak kecil, kami bahkan bersekolah di tempat yang sama saat SMA. Saat saya menginjak kelas dua SMA, dia kelas tiga. Kami sempat berpikir ingin bermain bersama-sama andai melanjutkan karier di Eropa agar mudah berkomunikasi karena kami sama-sama berasal dari Indonesia," ungkap Witan dalam wawancara eksklusif bersama 90MiN Indonesia.


"Kini kami tidak berada dalam satu tim, namun saya tidak mempermasalahkan hal tersebut, kini saya ingin mandiri. Hal ini pula yang membuat saya memilih klub yang berbeda dengan Egy, tetapi kami berdua memang sudah lama memiliki keinginan untuk berkarier di Eropa," lanjutnya.


Witan Sulaeman menjadi pemain Indonesia ke-17 yang sukses berkarier di benua biru, selain dia dan Egy Maulana Vikri, sebelumnya sudah ada beberapa nama seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandi, Arthur Irawan, Firza Andika, Stefano Lilipaly, hingga Ezra Walian.

Patut ditunggu bagaimana kelanjutan karier Witan dan Egy di Eropa, jika mereka berhasil menjaga konsistensi, bukan tak mungkin di masa depan keduanya bisa mewujudkan keinginan untuk bermain dalam satu klub yang sama di masa depan.


​Wawancara Eksklusif 90MiN dengan Witan Sulaeman: Adaptasi hingga Kehidupan di Kota Surdulica