​Usai tak mendatangkan satu pemain baru pun di ​bursa transfer musim dingin 2020, ​Chelsea secara tak terduga sukses mengamankan tanda tangan bintang Ajax Amsterdam, Hakim Ziyech. Pemain berusia 26 tahun itu dibeli dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai 45 juta euro.


Sang pemain memang baru akan bergabung mulai 1 Juli 2020, namun 90Min Indonesia akan mencoba mengupas hal-hal yang mungkin perlu Anda ketahui soal pemain kelahiran Dronten, Belanda ini. Berikut penjabarannya.


4. Kematian Sang Ayah Sempat Membuat Ziyech Putus Asa untuk Berkarier di Dunia Sepakbola

Edson Alvarez,Hakim Ziyech

Hakim Ziyech memulai karier sepakbolanya di tahun 2001, kala itu dia bergabung dengan Reaal Dronten saat masih berusia delapan tahun, namun dirinya sempat ragu untuk melanjutkan karier sebagai pesepakbola profesional pasca sang ayah meninggal dunia saat dirinya berusia 10 tahun.


Hal tersebut diperparah dengan dua saudara laki-lakinya yakni Faouzi dan Hicham Ziyech yang dikeluarkan dari akademi sepakbolanya masing-masing usai terlibat pencurian.


Namun akhirnya Ziyech tetap bertahan setelah bakatnya ditemukan oleh Aziz Doufikar, yakni pemain asal Maroko pertama yang berkarier di Belanda. Dirinya kemudian bergabung dengan Heerenveen.


3. Mendapatkan Kritik Pedas Karena Lebih Memilih untuk Membela Timnas Maroko Ketimbang Belanda

FBL-AFR-2019-MATCH41-MAR-BEN

Hakim Ziyech terus menampilkan performa gemilang bersama Heerenveen dan kemudian hengkang ke Twente, hal tersebut membuatnya berhasil masuk ke skuat junior timnas Belanda, Ziyech pernah membela Die Oranje di level U19, U20 dan U21.


Di tahun 2015, pemain kelahiran Dronten, Belanda tersebut memutuskan untuk memperkuat tim nasional senior Maroko, kala itu Ziyech mengungkapkan jika sang pelatih, Danny Blind terlalu banyak menuntut dan memberikan tekanan yang sangat berat padanya.


Keputusan Ziyech membela timnas Maroko mendapat banyak kecaman sekaligus kritik tajam, bahkan Marco van Basten tidak habis pikir dan menyebut Ziyech sebagai pemain yang bodoh karena menolak memperkuat timnas Belanda.


Namun ternyata pilihan untuk membela Maroko merupakan sebuah langkah tepat, Ziyech berhasil mengantarkan negaranya lolos ke Piala Dunia 2018.


2. Sempat Kehilangan Ban Kapten Saat Masih Membela Twente

Dutch Eredivisie - "FC Twente v De Graafschap"

Nama Hakim Ziyech sepertinya memang semakin dikenal publik saat dirinya membela Ajax Amsterdam di tahun 2016, namun sebelum hengkang ke Johan Cruijff Arena, dia juga sukses tampill konsisten bersama Twente dan bahkan ditunjuk sebagai kapten tim.


Sayang, karena komentar pedas yang dia lontarkan dan permohonan transfer yang diajukan pada tahun 2016, Ziyech harus rela kehilangan ban kapten, padahal di musim tersebut dia mampu tampil apik dan menorehkan 17 gol dan 10 assist.


1. Mencatatkan Statistik Gemilang Selama Membela Ajax

Hakim Ziyech

Hakim Ziyech memilih untuk melanjutkan kariernya bersama Ajax Amsterdam di musim panas 2016, nilai transfernya saat itu tidak terlalu tinggi, yakni 11 juta euro.


Selama hampir empat musim berada di Johan Cruijff Arena, pemain berusia 26 tahun itu menjadi sosok penting dan menciptakan 421 peluang gol di Eredivisie, catatan ini lebih banyak 134 kali jika dibandingkan dengan rekan-rekan setimnya.


Konsistensi Ziyech juga berhasil mengantarkan timnya memenangkan sejumlah trofi bergengsi seperti Eredivisie dan KNVB Cup. Dirinya juga berperan penting di balik kesuksesan Ajax melaju hingga semifinal​ Liga Champions 2018/19.