​Beberapa kiper top mengalami penurunan performa yang cukup signifikan musim ini hingga menjadi sasaran kritik tajam di kalangan pecinta sepak bola. Ada di antara mereka yang bahkan sudah mulai menghangatkan bangku cadangan, sementara sisanya cukup beruntung bisa tetap bertahan di bawah mistar karena kiper pelapis mereka tak bisa menjadi solusi. 


Berikut adalah lima kiper yang mengalami penurunan performa cukup masif sepanjang musim 2019/20 sejauh ini: 


1. Kepa Arrizabalaga (Chelsea)

Kepa Arrizabalaga

Kiper asal Spanyol ini bahkan sudah mulai kehilangan tempatnya di tim utama setelah Frank Lampard memarkirnya pada laga kontra Leicester, Sabtu (1/2) lalu. Itu untuk pertama kalinya Kepa berada di bangku cadangan musim ini dalam laga Liga Primer Inggris. 


Beberapa media mulai mengusut penyebab penurunan performa kiper termahal di dunia tersebut. Beberapa menunjuk masalah pribadi di luar lapangan, namun beberapa laporan lainnya menyebutkan bahwa masalah ada di staf kepelatihan Chelsea yang tidak memiliki pelatih kiper berkapasitas dalam diri Hillario. 


Apa pun penyebab penurunan performa Kepa Arrizabalaga, dia harus segera bangkit bukan hanya demi nasib klubnya di sisa musim ini. Dengan Piala Eropa 2020 yang akan dhelat beberapa bulan lagi, Kepa harus kembali ke level terbaiknya jika tak ingin posisinya sebagai kiper utama Spanyol balik ke pangkuan David de Gea, yang sebenarnya juga tampil buruk bersama Manchester United.


2. David de Gea (Manchester United)

FBL-ENG-PR-MAN CITY-MAN UTD

Yup kiper Spanyol lainnya masuk daftar kali ini, David de Gea. Setelah tampil heroik dalam sekian musim di depan gawang Setan Merah, De Gea secara mengejutkan tampil buruk di musim ini. Tangkapannya tak lagi sempurna dan gerak refleks untuk mengamankan gawangnya sudah jarang terlihat. Padahal kiper kelahiran 7 November 1990 itu baru saja menandatangani kontrak baru pada September 2019 lalu. 


Banyak yang mulai membahas perlunya United mencari penjaga gawang baru dan melepas De Gea pada musim panas 2020 mendatang. Fokus dan hati sang kiper dinilai sudah tak berada di Old Trafford karena stagnannya prestasi Manchester United. Selain itu dengan kontrak yang masih tersisa cukup lama dan reputasi yang belum kelewat ambruk, United masih bisa menjual De Gea dengan harga tinggi jika berniat menjualnya Juni nanti.


3. Manuel Neuer (Bayern Munich)

Manuel Neuer

Dibanding dua nama di atas, penurunan performa Manuel Neuer lebih bertahap mengingat dirnya mengalami cedera panjang yang memaksanya lebih banyak menepi dalam dua musim terakhir. Bayern bahkan sudah mulai mengantisipasi nasib gawang tim mereka dengan merekrut Alexander Nubel yang akan bergabung pada musim 2020/21 mendatang. 


Neuer memang masih memiliki beberapa atribut dan kepemimpinan besar di bawah mistar, tapi dengan dua cedera patah tulang kaki, kebintangan pemain Jerman ini secara perlahan, sangat perlahan, mulai meredup. ​Statistik menunjukkan Nubel memiliki keunggulan dalam beberapa aspek dan siap menjadi pengganti Neuer musim depan.


4. Ederson (Manchester City)

Ederson

Mungkin akan ada banyak pihak yang menilai rapuhnya pertahanan Manchester City musim ini diakibatkan oleh absennya Aymeric Laporte. Namun, performa para bek dan kiper City saat ini juga tidak cukup untuk membawa tim mereka bersaing dengan Liverpool dalam jalur juara. 


Performa Ederson juga harus mendapatkan sorotan tersendiri dengan 22 gol sudah membobol gawangnya musim ini, satu lebih sedikit dari total kebobolan City musim lalu. Tingkat penyelamatan kiper asal Brasil itu sejauh musim 2019/20 ini hanya menyentuh angka 64,5 persen berbanding 70 persen dengan musim lalu.


Masih ada 13 laga tersisa untuk City dan Ederson bisa menebus penurunan performanya di sisa musim ini. Meskipun City hampir pasti gagal mempertahankan gelar juara, Ederson tentunya ingin menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi kiper nomor satu tim nasional Brasil bersaing dengan Alisson.


5. Marc-Andre ter Stegen (Barcelona)

Ter Stegen

Masalah Barcelona cukup kompleks musim ini dan disertai dengan performa kolektif yang cukup buruk hampir di setiap lini. Ter Stegen pun ikut ambil bagian dalam menurunnya performa Barcelona musim ini dengan minimnya akurasi penyelamatan yang dilakukannya. 


Sejauh ini kiper tim nasional Jerman itu hanya menorehkan 61.2 persen tingkat penyelamatan, berbanding 71 persen musim lalu. 


Performa Gerard Pique dan Clement Lenglet memang tidak konsisten, tapi Ter Stegen juga bisa memberikan tingkat kinerja yang lebih baik dari yang sudah ditunjukkannya musim ini.