Klausul rilis atau klausul penebusan dalam sepak bola digunakan klub untuk menjaga pemain dalam kontrak mereka agar tidak dapat direkrut dengan mudah. Sementara pemain dapat memanfaatkan klausul tersebut sebagai jaminan bahwa ia dapat hengkang apabila ada klub lain yang dapat mengajukan tawaran dengan nilai tersebut.


Penggunaan klausul seperti ini kadang dapat menimbulkan sorotan apabila seorang pemain yang belum terbukti mendapatkan klausul yang tinggi. Berikut adalah enam pemain yang tidak layak atau belum dapat membuktikan bahwa ia pantas memiliki klausul rilis yang tinggi.


  • Joao Felix (Atletico Madrid):

Joao Felix

Berposisi sebagai penyerang, Joao Felix mendapatkan sorotan tinggi berkat perkembangannya dengan Benfica sepanjang musim 2018/19. Bintang muda asal Portugal itu masuk dalam incaran berbagai klub besar Eropa, namun pada akhirnya direkrut oleh Atletico Madrid dengan nilai transfer 120 juta euro.


Los Rojiblancos memasang klausul rilis sebesar 350 juta euro untuk Joao Felix. Angka tersebut sangat besar bagi pemain berusia 20 tahun yang belum terbukti dalam sistem yang digunakan oleh Diego Simeone, dan sejauh ini masih mengalami kesulitan untuk menunjukkan performa yang konsisten.


  • Ousmane Dembele (Barcelona):

UEFA Champions League"FC Barcelona v Borussia Dortmund"

Berposisi sebagai penyerang sayap, Ousmane Dembele dikenal sepak bola Eropa setelah menunjukkan potensi tinggi ketika membela Rennes pada musim 2015/16 dan Borussia Dortmund pada musim berikutnya. Barca mengambil keputusan untuk mendatangkannya pada bursa transfer musim panas 2017 105 juta euro yang dapat meningkat menjadi 145 juta euro.


Azulgrana memasang klausul rilis sebesar 400 juta euro dalam kontrak pemain asal Prancis tersebut. Permasalahan cedera dan inkonsistensi membuat nilai tersebut terlihat sangat besar meskipun Dembele memiliki potensi yang tinggi.


  • Gareth Bale (Real Madrid):

Gareth Bale

Berposisi sebagai penyerang sayap, Gareth Bale menunjukkan kemampuannya untuk menjadi pemain penting dengan kontribusi tinggi bersama Tottenham Hotspur pada musim 2012/13. Performa yang ditunjukkan oleh Bale pada musim tersebut membuat Real Madrid mendatangkannya dengan nilai transfer 100 juta euro.


Los Blancos memasang klausul rilis sebesar 400 juta euro untuk pemain asal Wales tersebut. Sayangnya, permasalahan cedera dan inkonsistensi membuat Bale dapat dikatakan tidak layak memiliki klausul rilis tersebut.


  • Antoine Griezmann (Barcelona):

FBL-ESP-CUP-ATHLETIC BILBAO-BARCELONA

Berposisi sebagai penyerang, Antoine Griezmann dapat disebut sebagai pemain paling penting dalam skuat Atletico Madrid pada 2014 hingga 2019. Kebutuhan untuk mendatangkan penyerang baru membuat Barcelona merekrutnya pada bursa transfer musim panas 2019 dengan nilai transfer 120 juta euro.


Azulgrana memasang klausul penebusan senilai 800 juta euro untuk Griezmann. Nilai tersebut dapat dikatakan tidak layak bagi pemain berusia 28 tahun yang masih belum dapat menemukan peran terbaik dengan klub barunya.


  • Isco (Real Madrid):

Isco Alarcon

Berposisi sebagai gelandang, Isco menunjukkan potensi tinggi dalam awal kariernya di Spanyol dengan Malaga pada 2011 hingga 2013. Potensi tersebut membuat Real Madrid mendatangkannya dengan nilai transfer 30 juta euro dan diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam skuatnya dalam jangka panjang.


Isco mendapatkan klausul rilis sebesar 700 juta euro dalam kontraknya, setara dengan klausul rilis yang dimiliki dalam kontrak Lionel Messi di Barcelona.


  • Brahim Diaz (Real Madrid):

Brahim Diaz

Berposisi sebagai gelandang serang, Brahim Diaz memiliki potensi tinggi yang membuatnya mendapatkan sorotan terkait langkah yang dapat diambilnya karena jarang mendapatkan waktu bermain di Manchester City pada 2016 hingga 2018. Real Madrid mengambil keputusan untuk mendatangkannya dengan nilai transfer 15 juta euro pada Januari 2019, enam bulan sebelum kontraknya dengan City berakhir.


Pemain asal Spanyol ini memiliki klausul rilis sebesar 750 juta euro dalam kontraknya di Santiago Bernabeu. Melihat perkembangan pemain berusia 20 tahun itu hingga saat ini, peluang bagi klub yang siap untuk memenuhi nilai tersebut sangat rendah.