Setiap tahun terdapat tiga gim sepak bola besar yang bersaing untuk mempertahankan pelanggan lama dan mencoba mendatangkan pengguna baru. Seri FIFA dari EA Sports dan Pro Evolution Soccer (PES) dari Konami bersaing untuk mendapatkan pengguna yang ingin terlibat langsung dengan pergerakan dan aksi para pemain yang mereka miliki di dalam lapangan.


Football Manager yang dikembangkan oleh Sports Interactive mengincar pangsa pasar yang berbeda dengan menggunakan fitur permainan yang khas, hal yang juga dapat membuat para penggunanya memandang gim ini sebagai permainan yang adiktif. Berikut adalah lima alasan mengapa hal ini dapat terjadi.


  • Tidak Memiliki Fitur PvP

Gim seperti FIFA dan PES memang memiliki daya tarik tersendiri, dan hal itu membuat keduanya terus bersaing untuk meningkatkan popularitas mereka setiap tahunnya. Konten PvP (player versus player) menjadi bagian utama dari pemasaran mereka, dan memang ada pangsa pasar yang besar untuk fitur seperti ini dalam berbagai gim di dunia dalam lima sampai enam tahun terakhir.


Namun Football Manager masih mempertahankan ciri khas permainan mereka yang tidak memerlukan fitur PvP. Pasar permainan yang menggunakan fitur ini sudah terlalu padat saat ini, dan gim berkualitas yang tidak menggunakannya patut mendapatkan sorotan tersendiri.


  • Membiarkan Pemain Merasakan Pengalaman untuk Berkembang

Terdapat berbagai gim yang seakan memegang tangan para penggunanya dengan saran dan tips untuk memainkannya secara ideal. Pengguna seakan diharuskan untuk bermain dengan satu atau beberapa cara tertentu agar dapat menikmatinya secara maksimal.


Football Manager memiliki kondisi yang berbeda. Setelah memberikan informasi awal kepada para penggunanya, mereka diberikan kebebasan untuk memulai perjalanan dengan cara mereka sendiri.


  • Mudah untuk Memulai, namun Sulit untuk Dikuasai

Kesulitan untuk memainkan sebuah gim bagi pengguna baru merupakan salah satu hal yang sering dibicarakan oleh berbagai pengguna dan industri gim dalam beberapa tahun terakhir. Gim seperti seri Dark Souls dan Monster Hunter menjadi dua dari beberapa seri yang sering mendapatkan sorotan terkait hal ini.


Kondisi yang dapat dianggap ideal adalah gim yang memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk memulai, namun sulit untuk dikuasai. Football Manager menjadi salah satu gim yang memiliki kondisi ini dalam permainan mereka.


  • Menimbulkan Rasa Penasaran yang Konstan untuk Penggunanya

Dalam lima sampai enam tahun terakhir, terdapat berbagai gim yang dirilis dan memiliki konten yang dibuat dengan tujuan agar para penggunanya dapat bermain dengan waktu yang lama, namun tanpa kualitas yang setara. Banyak pengembang dan penerbit gim membuat gim dengan prioritas waktu bermain yang tinggi dibandingkan dengan kualitas dari setiap jam permainannya.


Kondisi yang dapat disebut ideal dalam gim adalah ketika konten dalam permainan yang ada terus memberikan rasa penasaran terhadap para penggunanya. Keadaan yang membuat mereka ingin kembali setelah meninggalkannya. Football Manager mampu memberikan perasaan ini dengan pencapaian yang dapat diraih penggunanya dengan berbagai cara.


  • Memberi Kesempatan untuk Bermain dengan Santai

Gim sepak bola mainstream seperti FIFA dan PES umumnya membuat para penggunanya bermain dengan konsentrasi yang tinggi, terutama ketika menghadapi pengguna lain secara langsung. Kemenangan dan keberhasilan untuk mendapatkan kartu pemain yang diinginkan menjadi pemberi rasa puas utama. Kegagalan untuk mendapatkan salah satu atau kedua aspek itu dapat membuat berbagai pihak merasa kesal.


Football Manager tentu memiliki beberapa aspek yang dapat membuat penggunanya merasa frustrasi, namun, secara umum gim ini dapat dimainkan ketika penggunanya ingin mendapatkan hiburan dengan tempo yang lebih pelan.