Spekulasi mengenai masa depan Christian Eriksen dengan Tottenham Hotspur sudah mendapatkan sorotan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu memiliki keinginan untuk hengkang dan tidak ingin memperpanjang kontrak dengan klub yang dibelanya sejak 2013 itu. Kontrak Eriksen dengan Spurs akan habis pada akhir musim 2019/20.


Memasuki bursa transfer musim dingin 2020 dan enam bulan terakhir dalam kontrak Eriksen, klub dari luar Inggris memiliki hak untuk mengajukan penawaran untuk mendatangkannya secara gratis pada akhir kontrak tersebut. Inter Milan, klub yang dikaitkan dengan Eriksen, beberapa kali diklaim memiliki keinginan untuk mendatangkan pemain asal Denmark itu enam bulan lebih cepat dari akhir kontraknya di Tottenham Hotspur Stadium.


Christian Eriksen

Berbagai spekulasi yang ada membuat manajer Spurs, Jose Mourinho, merasa kesal. Mourinho merasa bahwa Eriksen tidak dapat tampil maksimal karena terdapat berbagai pemberitaan yang bersifat spekulatif mengenai masa depannya. Namun, CEO Inter, Beppe Marotta, menegaskan bahwa kontak yang dilakukan oleh manajemen klubnya tidak melanggar peraturan yang berlaku.


“Christian Eriksen adalah pemain Tottenham Hotspur, tetapi kami tahu bahwa kontraknya akan habis pada Juni 2020. Bertemu dengan agennya pada periode ini sesuai peraturan dan legal. Tetapi saat ini kami tidak dapat mengatakan apakah ia akan datang pada Januari atau Juni, karena persaingan untuk merekrutnya sangat ketat,” ujar Beppe Marotta dalam pernyataan yang dikutip dari AS.


Marotta juga mengonfirmasi upaya klubnya untuk mendatangkan penyerang Chelsea, Olivier Giroud. Namun Marotta menegaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan kemungkinan bagi Giroud untuk berlabuh ke San Siro dalam waktu dekat.