Rusia resmi mendapatkan sanksi larangan tampil dalam ajang olahraga internasional selama empat tahun. Skandal pemalsuan data doping yang diserahkan pada Januari 2019 menjadi alasan mengapa negara tersebut mendapatkan sanksi larangan tampil dalam ajang olahraga internasional hingga 2022 dalam segala cabang, termasuk Piala Dunia 2022 yang akan diadakan di Qatar.


Selain Piala Dunia 2022, mereka juga dilarang tampil di Olimpiade 2020 yang akan diadakan di Tokyo, Jepang. Namun mereka masih dapat mengikuti Euro 2020 karena turnamen tersebut tidak termasuk dalam ajang internasional menurut WADA.


Seperti dilansir dari BBC, keputusan tersebut diberikan oleh Organisasi Anti Doping Dunia (WADA) mencapai kesepakatan secara penuh dalam pertemuan yang diadakan di Lausanne, Swiss. Organisasi Anti Doping Rusia (RUSADA) dinyatakan tidak kooperatif karena memberikan data laboratorium yang telah dipalsukan kepada investigator pada Januari 2019.

RUSADA wajib memberikan data pemeriksaan dari laboratorium setelah sanksi terhadap negara tersebut dicabut secara kontroversial pada 2018. Sebelumnya, Rusia juga tidak mengirimkan wakil secara resmi dalam ajang Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan pada 2018.Pada ajang tersebut, terdapat 168 atlet Rusia yang berpartisipasi dalam tim netral yang tidak mewakili negara tertentu. 


RUSADA memiliki waktu selama 21 hari untuk menerima keputusan atau melakukan banding dan membawa kasus melalui CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga).