​​Eden Hazard mengambil sebuah langkah besar nan berani pada Juni 2019 saat akhirnya bersedia menerima pinangan Real Madrid yang sebenarnya sudah diajukan dalam beberapa musim panas. Chelsea tak kuasa lagi menahan kepergian pemain Belgia itu, yang dianggap akan memikul misi super penting di Santiago Bernabeu, menggantikan kebintangan​ Cristiano Ronaldo.


Misi itu dianggap sudah layak dibebankan kepada Hazard yang menjadi pemain penting Chelsea pasca generasi juara Champions League berakhir, yang diawali dengan kepergian Didier Drogba pada musim 2012, beberapa saat sebelum Hazard datang ke Stamford Bridge. Berkat kepiawaiannya menyisir pertahanan lawan dengan dribel dan kecepatan yang mematikan, dunia tak melulu menyebut nama Neymar sebagai penerus Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. ​Hazard adalah sebuah simbol mentereng di luar liga Spanyol yang eksotis, di sebuah liga yang lebih kompleks dan kompetitif. 


Dua gelar Premier League, dua trofi Europa League, satu FA Cup dan Carabao Cup adalah persembahannya untuk Chelsea. Dalam perjalanan meraih semua gelar tersebut, kontribusi Hazard selalu besar, berlebihan malah. Dia kerap seperti menyeret Chelsea sendirian ke tangga juara, terutama setelah pemain-pemain seperti Diego Costa dan Nemanja Matic angkat kaki. 


Kariernya di Chelsea ditutup dengan catatan individu yang mengagumkan, 297 penampilan, 110 gol, dan empat penghargaan Chelsea Player of the Year.


Mengingat Lionel Messi masih saja tampil menyilaukan bersama Barcelona dan Los Blancos sudah kehilangan Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018, kedatangan Hazard ke Spanyol memang tak terelakkan. Los Galaticos bersedia menembus Hazard dengan nilai lebih dari 100 juta euro tentu saja dengan harapan bahwa penyerang asal Belgia ini bisa langsung memangsa pertahanan lawan seperti yang dilakukannya di Inggris. 


Tapi harapan itu mungkin harus dikoreksi saat ini. Eden Hazard memulai kariernya di Spanyol dengan pergelutan melawan cedera dan saat turun ke lapangan performanya masih jauh dari harapan. Setidaknya, itu bisa dilihat dari sebiji gol yang baru dicetaknya dalam 15 penampilan di semua kompetisi. Saat ini dia mengalami cedera engkel kanan yang pemulihannya berjalan lebih lamban dari yang diprediksikan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Hazard saat ini bukannya sama sekali tidak terduga. Saat Real sudah meminatinya sejak 2016, pemain kelahiran 7 Januari 1991 ini terkesan menunda-nunda kepindahannya. Semacam ada keraguan yang mencengkeram dirinya untuk berlari ke Bernabeu. 


Tapi siapa yang tak gentar dengan nama besar Real Madrid dan kebisingan di Bernabeu? Andrea Pirlo dalam bukunya I Think Therefore I Play menyatakan bahwa bermain untuk Real Madrid dan Barcelona adalah separuh dari mimpi anak-anak yang mencintai sepakbola. Separuh lainnya dari mimpi itu adalah bermain sepakbola. 


Real hanyalah mimpi bagi puluhan juta anak-anak yang mencintai sepakbola yang tak cukup beruntung untuk bisa mencapainya. Tapi bagi mereka yang mendapatkan kesempatan, terkadang mereka melihat Real bak mimpi malam buruk yang terlihat seperti mimpi siang bolong. Terlihat indah tapi sebenarnya sangat menakutkan. Tantangan yang diemban untuk menjadi pemain Real Madrid bisa berkali-kali lipat dibanding bermain untuk klub lainnya. 


Rekan kompatriot Thibaut Courtois, dengan nada yang agak menyindir Chelsea yang juga mantan klubnya, pernah berujar:


"Jika Anda melihat ke depan, Anda hanya akan melihat tembok manusia (di Santiago Bernabeu), sementara di Stamford Bridge, Anda masih bisa melihat langit atau hotel di belakang tribun."


Tembok manusia di Bernabeu tentu sangat berbeda dengan tribun di Stamford Bridge yang hanya mampu memuat 40 ribu penonton. Saat Bridge lebih sering senyap hingga gol tercipta, Bernabeu akan selalu bising. Luar biasanya lagi, kebisingan itu tak cuma berasal dari berbunyi chant penyemangat tim atau pujian-pujian terhadap pemain tertentu, tapi juga hujatan kepada pemilik seragam putih di atas lapangan. Lihat apa yang terjadi pada Gareth Bale, Cristiano Ronaldo, Iker Casillas, dan masih banyak lagi. 


Hazard sepertinya tak pernah siap dengan tantangan tersebut. Tentu akan lebih mudah untuk fokus menggiring bola ketika suporter di London mencintai Anda dan ketika masa-masa sulit datang kita hanya perlu menatap langit dan gedung yang membisu ketimbang tatapan permusuhan dari suporter sendiri. 


Suporter Real yang amat kritis, nama besar Real dalam sejarah dan industri sepakbola tidak terlalu sepadan dengan karakter santai Eden. Beberapa pelatih top yang pernah menanganinya di Chelsea seperti Jose Mourinho dan Antonio Conte pernah mengungkapkan hal ini. Selain itu kualitas Hazard dinilai terlalu bersifat satu dimensi, bahwa untuk mengeksplorasi kualitas menyerangnya rekan-rekan setimnya harus kelimpungan melindungi area yang ditinggalkannya. 


Hazard memang sedang menghadapi banyak tantangan besar yang  berada di luar jangkauan kemampuan teknisnya sebagai sebagai pesepakbola. Tapi bermain bersama sosok-sosok seperti Sergio Ramos dan Gareth Bale harusnya bisa membuat dirinya belajar. Setidaknya, nama terakhir berhasil mengatasi tekanan dengan sering bersikap kurang ajar tanpa sedikit pun merasa bersalah.