Javier Tebas mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden La Liga. Keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan tekanan dari Luis Rubiales, presiden asosiasi sepak bola Spanyol (RFEF) terkait beberapa kebijakan yang direncanakan dan diterapkan oleh Tebas dalam beberapa tahun terakhir.


Tebas sudah beberapa kali mendapatkan sorotan negatif terkait penetapan jadwal beberapa pertandingan La Liga, seperti mengadakan pertandingan pada Senin malam dan Jumat malam waktu Spanyol, mengajukan wacana untuk mengadakan pertandingan kompetitif di Amerika Serikat. Penolakan terhadap wacana tersebut membuat desakan bagi Tebas untuk mengundurkan diri terus meningkat.


Walaupun mengundurkan diri dari posisinya, Javier Tebas juga akan kembali mencalonkan diri dalam proses pemilihan yang akan diadakan sepuluh bulan lebih cepat dari jadwal awal. Sebelumnya proses pemilihan presiden La Liga direncanakan akan diadakan pada Oktober 2020.


“Saya menyerahkan pengunduran diri sebagai presiden La Liga untuk membuka proses pemilihan presiden, saya juga akan mencalonkan diri untuk proses pemilihan tersebut. Saya harap saya dapat memperoleh dukungan yang memadai untuk kembali menempati posisi ini untuk empat tahun ke depan.”


“Suasana politik baru akan dimulai, yang menyebabkan adanya kemungkinan peraturan dan arahan yang dapat memengaruhi institusi ini dan keinginan kami secara keseluruhan. Siapapun yang mengisi posisi ini harus melakukannya dengan dukungan seluruh klub untuk empat tahun berikutnya,” ucap Javier Tebas dalam pernyataan yang dikutip dari Football Espana.


Tebas merencanakan proses pemilihan lebih cepat dari jadwal karena merasa adanya kebutuhan untuk mendapatkan mandat baru. Mulai dari negosiasi terkait hak siar di Spanyol, hubungan antara liga dan pemerintah setempat, dan berbagai lembaga lainnya berkaitan dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam sepak bola Eropa dalam beberapa waktu yang akan datang.