Penyerang sayap Timnas Indonesia U-22, Osvaldo Haay, menjadi bintang kemenangan Indonesia ketika mengalahkan Singapura dengan skor 2-0 beberapa waktu lalu di laga kedua grup B SEA Games 2019 cabang olahraga sepak bola di Filipina.


Masuk dari bangku cadangan, pemain berusia 22 tahun mencetak gol dan memberi assist untuk gol yang diciptakan Asnawi Mangkualam. Dengan hasil itu, Indonesia U-22 sudah menang dua kali beruntun setelah sebelumnya menang 2-0 melawan Thailand.


Osvaldo Haay menjadi sorotan di Indonesia U22 selain Egy Maulana Vikri, Evan Dimas Darmono, dan Nadeo "Kepa" Argawinata. 90min.com akan coba menjabarkan enam hal yang perlu diketahui mengenai penyerang sayap Persebaya Surabaya itu.


1. Lahir di Papua dan Mengerti Bahasa Jawa

FBL-INA-ICELAND-FRIENDLY-MATCH

Lahir di Papua pada 1 Mei 1997, Osvaldo Haay memiliki darah Papua-Jawa dari kedua orang tuanya. Ibunya, Buanitawati, berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, sementara ayahnya, Edison Haay, dari Papua.


Tak ayal Osvaldo Haay menjadi salah satu pemain yang mengerti bahasa Jawa meski berdarah Papua.


"Saya sudah pernah mudik ke Banyuwangi. Di sana saya mengerti bahasa Jawa tapi susah untuk menjawabnya," tutur Osvaldo beberapa waktu lalu, dikutip dari Liputan6.


2. Terpilih Jadi Pemain Muda Terbaik Liga 1 2018

Sembilan gol dan dua assists ditorehkan oleh Osvaldo Haay dari total 21 pertandingan dengan Persebaya di Liga 1 2018. Catatan itu sudah cukup bagi Oslvado menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik Liga 1 2018, mengalahkan Hansamu Yama Pranata (Barito Putera) dan Febri Haryadi (Persib Bandung).


Technical Study Group (TSG) menilai pemain muda terbaik itu dalam beberapa kategori khusus, seperti salah satunya pemain masih berada di bawah usia 23 tahun.


3. Berlatih di Numancia, Spanyol

Osvaldo Haay pernah mendapatkan undangan berlatih di Spanyol bersama klub Segunda, Numancia. Undangan langsung dari Presiden Numancia bukan berupa trial untuk masuk klub, melainkan hanya untuk merasakan pengalaman berlatih di Eropa.


Osvaldo berlatih selama 10 hari dan tiba di Numancia pada Februari 2019.


"Awalnya saya dapat undangan dari Presiden CD Numancia. Itu klub Segunda. Ini akan jadi pertama kali saya ke Eropa. Saya senang sekali mendapat kesempatan itu," tutur Oslvado kala itu.


"Itu latihan dan nonton pertandingan di sana. Ini menambah pengalaman buat saya dan bermanfaatkan untuk Persebaya," lanjutnya.


4. Penentu Kemenangan Indonesia di Final AFF Cup U22 2019

FBL-INA-ICELAND-FRIENDLY-MATCH

Indonesia U-22 menjadi juara AFF Cup U22 pada Februari 2019 dengan mengalahkan Thailand (2-1) di final. Osvaldo Haay jadi pencetak gol penentu kemenangan Indonesia selain Sani Riski, sedangkan satu gol Thailand datang dari Saringkan Promsupa.


"Saya tentu bangga mencetak gol di partai final. Tapi, ini bukan karena saya, melainkan kerja keras dari teman-teman semua. Saya mengucap syukur kepada Tuhan, Indonesia bisa menjadi juara," tutur Osvaldo saat itu.


5. Tidak Lupa Pendidikan

Sepak bola tak membuatnya melupakan pentingnya pendidikan. Osvaldo masih berstatus mahasiswa aktif di Universitas Cendrawasih (Uncen), Jayapura. Meski saat ini tak lagi menetap di Papua, Osvaldo tetap melanjutkan kuliahnya menjadi kuliah online.


Video call, alat komunikasi, tetap digunakan Osvaldo Haay untuk melanjutkan kuliahnya di jurusan ekonomi itu.


6. Karier Profesional Dimulai di Persipura Jayapura

Persipura acapkali melahirkan bakat-bakat berkualitas dari Papua. Tim berjuluk Mutiara Hitam jadi klub pertama tempat Osvaldo mengawali karier sebelum hengkang ke Persebaya pada Desember 2017. Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy merupakan dua idola Osvaldo.


"Kalau Boaz adalah idola semua anak-anak Papua. Dia sering memberi nasihat kepada pemain-pemain yang lebih muda. Kalau sedang duduk bersama dan berbincang, dia sering memberi masukan," ucap Osvaldo, dilansir dari Bola.