​Jose Mourinho baru saja diangkat sebagai pelatih baru ​Tottenham Hotspur menggantikan Mauricio Pochettino pada Rabu (20/11), namun pria asal Portugal itu nampaknya tak membuang waktu untuk menyindir dua mantan klubnya, ​Manchester United dan ​Chelsea.


Pria yang sempat menukangi ​Inter Milan tersebut memang dikenal sebagai pelatih yang kurang suka dan jarang memainkan pemain muda. Dia beralasan bahwa kualitas para pemain akademi di klub sebelumnya, ​Chelsea dan ​Manchester United belum cukup untuk bertarung di kompetisi tinggi seperti ​Premier League.

Kini pendapat berbeda kembali disampaikan Mourinho, pelatih berusia 56 tahun itu berjanji akan memberikan banyak kesempatan bermain sekaligus memanfaatkan potensi yang dimiliki para pemain muda​ Spurs.


"Saya sangat menyukai skuat Tottenham dan jika melihat para pemain muda, tidak ada satu pun manajer di dunia ini yang enggan memainkan para pemain junior dan membantu mereka untuk terus berkembang. Tidak satu pun," ujar Mourinho seperti dilansir ​Goal.


"Permasalahannya adalah, terkadang Anda bekerja di dalam sebuah klub dan staf lain atau orang yang bekerja di bawah Anda tidak bisa menghasilkan pemain. Kita bisa melihat sejarah ​Tottenham, akademi klub selalu menghadirkan talenta-talenta hebat yang memang diperlukan oleh skuat utama. Tentu saja saya sudah tak sabar bekerja sama dengan mereka," tambahnya.

Sayang, rasanya sindiran Mourinho kurang tepat, kini di musim 2019/20,​ Chelsea dan ​Man United  memberikan banyak kesempatan pada pemain muda mereka, nama-nama seperti Mason Mount, Tammy Abraham dan Fikayo Tomori sukses mengantarkan ​The Blues menempati posisi tiga sekaligus meloloskan Inggris ke Euro 2020.


Begitu juga dengan Mason Greenwood dan Brandon Williams yang mampu memastikan satu tempat bagi ​The Red Devils di babak 32 besar Europa League.


Patut ditunggu bagaimana kinerja Mourinho di ​Tottenham Hotspur, dia akan memulai tugas perdananya dengan melakoni partai tandang ke London Stadium, markas West Ham Unitd, Sabtu (23/11).