Bisa memperkuat tim nasional, nampaknya telah menjadi suatu ambisi bagi setiap pesepakbola. Maka dari itu,mereka berusaha keras untuk menampilkan permainan terbaiknya di level klub untuk dilirik dan bisa mengisi tempat di skuat utama negaranya.


Kendati begitu, ternyata ada setidaknya sepuluh pemain yang sudah menemukan kesulitan untuk masuk ke dalam skuat negaranya sendiri. Berikut adalah penjabarannya.


8. Diego Costa - Timnas Spanyol

Diego Costa

Penyerang kontroversial milik Atletico Madrid, Diego Costa memutuskan untuk berpindah negara dari Brasil ke Spanyol di tahun 2014 guna bisa bermain dalam ajang Piala Dunia. Kendati begitu, perjalanan bersama La Furia Roja terlihat penuh lika-liku.


Penurunan performa yang ditunjukkan Costa di level klub dan dirinya yang sering mengalami cedera, menjadikan pemain berusia 31 tahun tersebut tak konsisten dipanggil ke skuat senior Spanyol. Bahkan semenjak menjalani Piala Dunia 2018, dirinya sudah tidak pernah mendapatkan tempat lagi.


7. Christoph Kramer - Timnas Jerman

Christoph Kramer

Gelandang bertahan milik Borussia Monchenglabach, Cristoph Kramer berhasil masuk ke dalam skuat timnas Jerman asuhan Joachim Loew di Piala Dunia 2014. Menariknya, dirinya pun mendapatkan kepercayaan penuh menjadi starter saat melakoni laga final melawan Argentina.


Meski, Kramer harus ditarik keluar di awal laga lantaran berbenturan dengan pemain Argentina, Ezequiel Garay, pemain yang kini berusia 28 tahun tersebut bisa tersenyum lebar usai Der Panzer berhasil keluar sebagai juara.


Walau begitu, perjalanan kariernya di level internasional berjalan singkat usai Kramer sudah tidak pernah mendapatkan kesempatan lagi. Dia terakhir kali membela Jerman pada tahun 2016.


6. Felipe Anderson - Timnas Brasil

Felipe Anderson

Felipe Anderson, mulai merantau ke sepakbola Eropa di tahun 2013 ketika hijrah ke Lazio. Bersama The Eagles, pemain berambut Kirbo tersebut nyatanya berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya secara maksimal.


Pada akhirnya, Anderson mendapatkan kepercayaan oleh mantan pelatih timnas Brasil, Dunga, untuk masuk ke skuat utamanya di tahun 2015 silam. Nahasnya, karena ketatnya persaingan di skuat tim Samba, menjadikan pemain yang saat ini memperkuat West Ham United, kesulitan mencari kesempatanya kembali bisa menembus skuat Brasil.


5. Joe Hart - Timnas Inggris

Joe Hart

Setelah kembali ke Manchester City usai menjalani masa peminjaman di Birmingham City pada tahun 2010, Joe Hart mulai menjadi sosok tak tergantikan untuk menjalani perannya sebagai penjaga gawang utama The Citizens. Seiring dengan hal itu, Hart juga terus menjadi andalanya pada timnas Inggris.


Tetapi situasi mulai berubah ketika Hart dilepas oleh Guardiola ke Torino dan West Ham United sebagai pemain pinjaman, hingga akhirnya meninggalkan Etihad Stadium secara permanen pada tahun 2018 usai menerima pinangan Burnley.


Karena, performanya justru mengalami penurunan sehingga membuat Gareth Southgate enggan mempercayainya lagi dan sudah menemukan penggantinya, Jordan Pickford. Apalagi, Hart kini hanya menjadi pelapis dari Nick Pope di Burnley.


4. Juan Mata - Timnas Spanyol

Juan Mata

Gelandang milik Manchester United, Juan Mata memang masih terus mendapatkan menit bermain reguler bersama skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Tetapi, nasibnya bersama timnas Spanyol tidak berjalan baik.


Karena, terakhir kali dirinya bisa mendapatkan menit bersama La Furia Roja terjadi pada tahun 2016, yang berarti Mata sudah tidak pernah dipanggil lagi selama empat tahun lamannya. Banyaknya opsi di lini tengah, sepertinya masih alasan utamanya.


3. Mats Hummels - Timnas Jerman

Mats Hummels,enttaeuscht

Sudah menjadi andalan lini belakang timnas Jerman sejak tahun 2010 lalu, pemain yang berposisi bek tengah, Mats Hummels nampaknya takkan lagi mempunyai kesempatan untuk memperkuat Der Panzer apabila Joachim Loew masih duduk di kursi kepelatihan.


Karena, bersama dua pemain senior lainnya, Jerome Boateng dan Thomas Muller, Loew sudah menegaskan ingin melakukan regenerasi pada skuatnya dan menyebutkan jika ketiga nama itu tak masuk ke dalam rencananya.


2. Mario Balotelli - Timnas Italia

Italian forward Mario Balotelli reacts d

Mario Balotelli, memang sering dicap bengal lantaran dirinya sering tidak bisa menjaga emosinya kala bermain di atas lapangan. Terlepas dari itu, tak dapat dipungkiri apabila Balotelli merupakan salah satu penyerang tajam yang dipunyai Italia.


Dengan hal itu, bukan suatu hal yang aneh apabila dirinya mendapatkan kesempatan untuk memperkuat Gli Azzurri di kompetisi Euro 2012 dan Piala Dunia 2014. Namun, kini pemain yang terkenal dengan nomor punggung 45 tersebut, menemukan kesulitan dalam menembus skuat Italia usai penurunan performa yang diperlihatkanya. Ditambah, mantan pemain Man City dan Inter Milan tersebut kini hanya bermain untuk klub papan bawah Serie A, Brescia.


1. Karim Benzema - Timnas Prancis

Karim Benzema

Ketajaman Karim Benzema bersama Real Madrid, mulai kembali terlihat di musim 2019/20. Sejauh ini, dirinya sudah mengoleksi 11 gol dari 15 pertandingan yang dijalankannya. Melihat konsistensi performa Benzema bersama skuat asuhan Zinedine Zidane, banyak yang beranggapan apabila dirinya pantas untuk kembali memperkuat timnas Prancis.


Kendati demikian, harapannya kemungkinan sudah sirna usai Noel Le Grat selaku Presiden FFF (Federasi sepakbola Prancis) menutup jalan bagi Benzema untuk kembali membela Les Bleus. Mempunyai masalah dengan rekan senegaranya yaitu Mathieu Valbuena dan menjalani hubungan kurang baik terhadap Didier Deschamps jadi faktornya.