Meskipun masih belum terkalahkan dalam kompetisi Premier League, berhasil lolos ke babak perempat final League Cup, dan berada di peringkat kedua Grup E Champions League, permasalahan di lini belakang Liverpool membuat mereka mengalami kesulitan sepanjang berlangsungnya musim 2019/20. Tim asuhan Jurgen Klopp itu sudah kebobolan 20 gol dalam tiga kompetisi.


The Reds selalu kebobolan dalam empat pertandingan terakhir, termasuk saat mereka kebobolan lima gol dalam laga League Cup kontra Arsenal di Anfield. Kondisi yang mereka rasakan musim ini bertolak belakang dengan apa yang mereka alami musim lalu, ketika lini belakang mereka yang dipimpin oleh Alisson Becker dan Virgil van Dijk sulit ditembus oleh lawan yang mereka hadapi.


Heung-Min Son,Alisson Becker

Jelang laga Champions League kontra Genk di Anfield pada Rabu (6/11) dini hari WIB, Alisson memberikan sorotan terhadap kesulitan yang dirasakan oleh timnya saat ini. Penjaga gawang asal Brasil itu mengatakan bahwa timnya selalu merasa kesal setiap mereka kebobolan, terutama saat mereka seharusnya dapat mencegah beberapa gol yang bersarang ke dalam gawang mereka.


“Saya selalu merasa kesal ketika kami kebobolan. Gol-gol yang seharusnya dapat dicegah! Ketika kami kebobolan seperti itu, itu membuat saya dan tim merasa kesal. Kami selalu memiliki tujuan bersama untuk meraih kemenangan dan mendapatkan clean sheet. Kemenangan lebih dekat apabila kami tidak kebobolan dan apabila tidak memperolehnya tim dapat mendapatkan hasil imbang. Ketika kebobolan, keadaan menjadi lebih sulit. Kami harus tampil lebih baik untuk mendapatkan pencapaian yang luar biasa,” ujar Alisson dalam konferensi pers yang dikutip dari AS.


Alisson mengatakan bahwa timnya perlu meningkatkan konsentrasi sepanjang pertandingan agar tidak kebobolan, seperti saat mereka kebobolan oleh Genk jelang akhir pertandingan tandang yang mereka menangkan dengan skor 4-1 di Belgia.