Kemenangan 2-1 yang diraih Liverpool atas Aston Villa di Villa Park dalam pekan kesebelas Premier League 2019/20 pada Sabtu (2/11) diwarnai dengan pencapaian spesial bagi Trent Alexander-Arnold. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu mencapai 100 pertandingan dalam seluruh kompetisi yang diikuti oleh tim asuhan Jurgen Klopp tersebut.


Alexander-Arnold sudah menjadi bagian dari skuat senior Liverpool sejak musim 2015/16. Potensi dan performa yang ditunjukkannya membuat pemain yang kini berusia 21 tahun itu mampu menjadi bek kanan pilihan utama dalam skuat The Reds hingga saat ini. Alexander-Arnold lebih unggul dalam persaingan di posisi tersebut dibandingkan dengan Nathaniel Clyne dan Joe Gomez.

FBL-ENG-PR-ASTON VILLA-LIVERPOOL


Setelah mencapai 100 penampilan dengan Liverpool dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan penting, Alexander-Arnold merasa bangga. Pemain dengan nomor punggung 66 itu merasa senang karena dapat membantu timnya meraih hasil maksimal dalam laga yang memiliki makna yang besar baginya secara pribadi.


“Kemenangan ini memuaskan dan pertandingan ke-100 tentu menjadi pencapaian yang membanggakan bagi saya secara pribadi. Ini adalah sesuatu yang sudah menjadi impian bagi saya sejak lama. Momen ini membuat saya dan keluarga merasa bangga dan saya senang kami juga berhasil mendapatkan tiga poin pada pertandingan ini.”


“Tentu kami ingin mendapatkan kemenangan yang lebih meyakinkan dibandingkan apa yang kami dapatkan dalam beberapa pertandingan terakhir, tetapi setiap kemenangan tetap merupakan hasil yang penting. Momen seperti ini menjadi spesial bagi para suporter dan menunjukkan semangat juang yang dimiliki tim. Kami memang tidak dapat melakukan hal seperti ini setiap pekan, jadi kami harus terus berusaha meningkatkan performa di beberapa aspek permainan,” ujar Trent Alexander-Arnold dalam pernyataan yang dikutip dari situs resmi Liverpool.


Liverpool akan menghadapi Genk dalam lanjutan fase grup Champions League dan Manchester City dalam pekan ke-12 Premier League. Dua pertandingan itu dapat menjadi momen yang penting dalam ambisi Jordan Henderson dan rekan-rekannya dalam kedua kompetisi tersebut.