Ekspektasi tinggi akan selalu disematkan publik pada Real Madrid, walau di musim 2018/19 lalu mereka sampai dua kali melakukan pergantian manajer dan harus puas menempati posisi tiga klasemen akhir sekaligus tidak mendapatkan trofi apapun, publik tetap berharap El Real tampil apik, terlebih jika melihat keaktifan mereka di bursa transfer musim panas.


Seperti diketahui, klub pemilik 33 gelar ​La Liga tersebut memang sukses mendatangkan enam pemain baru dan menghabiskan dana yang diperkirakan mencapai 300 juta euro.


Sayang, hal tersebut tak otomatis membuat ​Los Blancos terus tampil konsisten, walau kini menempati posisi dua klasemen sementara ​La Liga, kekalahan dari Real Mallorca pada Minggu (20/10) dini hari WIB dan juga masih tanpa kemenangan di ​Champions League, membuat masa depan Zinedine Zidane sebagai manajer kembali menjadi pembicaraan hangat.

Tak sedikit yang memprediksi jika pria asal Prancis itu akan segera lengser, bahkan kabar terakhir menyebutkan jika ​pihak klub sudah berencana untuk memulangkan Jose Mourinho dan bahkan telah melakukan komunikasi intensif.


Kabar soal peluang kembalinya Mourinho ke Bernabeu pun tentu sudah diketahui Zidane, pria berusia 47 tahun itu pun mengakui bahwa dirinya sangat terganggu dengan kabar tersebut.


"Di dunia sepakbola, publik akan melupakan hal apa saja yang sudah Anda lakukan di masa lalu. Hal terpenting adalah apa yang terjadi saat ini," ujar Zidane dalam konferensi pers seperti dilansir ​Goal.


"Saya tak ingin mengatakan bahwa itu (spekulasi soal kembalinya Jose Mourinho) tidak membuat saya terganggu, karena memang benar, tentu saja hal tersebut terasa sangat mengganggu," tambahnya.

Jose Mourinho memang bukanlah sosok asing bagi​ Real Madrid, pria asal Portugal tersebut sempat menukangi tim di tahun 2010 hingga 2013 dan mencatatkan rekor 128 kemenangan dari 178 pertandingan. Dia juga mempersembahkan tiga trofi bergengsi.


Patut ditunggu bagaimana kelanjutan karier Zidane bersama ​El Real, pertandingan melawan Galatasaray di babak fase grup ​Champions League pada Rabu (22/10) dini hari WIB pun berpotensi menjadi pertaruhan nasibnya sebagai pelatih.