Sejak bergabung dari Hoffenheim pada musim 2015/16, Roberto Firmino sudah menjadi salah satu bagian terpenting dari skuat Liverpool hingga saat ini. Pemain yang berasal dari Brasil itu menjalani perkembangan dari gelandang serang menjadi penyerang tengah, dengan tugas utama untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya yang berada di sisi sayap, yaitu Sadio Mane dan Mohamed Salah.


Performa yang ditunjukkan oleh Firmino menjadi salah satu kunci dari permainan yang diterapkan oleh Jurgen Klopp dengan tim yang bermarkas di Anfield tersebut. Perkembangan yang ditunjukkan oleh Firmino juga membuatnya konsisten mendapatkan panggilan ke skuat senior Timnas Brasil, dan menyingkirkan Gabriel Jesus yang tidak mendapatkan waktu bermain yang rutin dengan Manchester City.


Kasper Schmeichel,Roberto Firmino

Firmino menjadi salah satu bagian terpenting dari skema permainan yang diterapkan oleh timnya, DIvock Origi yang menjadi pelapis untuk posisi penyerang tengah, dan Daniel Sturridge (dalam beberapa musim terakhir sebelum hengkang pada bursa transfer musim panas 2019), tidak memiliki kemampuan yang sama. Hal ini membuatnya dianggap memiliki peran yang sebanding dengan Lionel Messi di Barcelona.


Liverpool sudah memiliki banyak penyerang berkualitas tinggi sepanjang sejarah, dan saat ini Roberto Firmino memiliki peran penting dalam skema permainan yang mereka terapkan. Awalnya Brendan Rodgers tidak mengetahui posisi terbaiknya, dengan menempatkannya di sayap kiri. Kemudian Jurgen Klopp datang dan menggunakan formasi 4-3-3 dengan gelandang yang bekerja keras dan lini depan yang luar biasa.”


“Mereka membutuhkan pemain yang dapat membuka ruang bagi rekan-rekannya dan memberikan umpan yang matang kepada pemain di posisi lain, serupa dengan Lionel Messi di Barcelona. Pengaruh Firmino di Liverpool sebanding dengan Messi di Barcelona. Ketika Firmino absen, keadaan ini sangat terlihat,” ujar mantan pemain Liverpool, Jason McAteer, dalam pernyataan yang dikutip dari Daily Mirror.


Pemain berusia 28 tahun itu berperan penting dalam keberhasilan Liverpool finis di peringkat kedua Premier League dan mendapatkan gelar juara Champions League pada musim 2018/19.