Laporan tahunan AC Milan untuk periode keuangan 2018/19 mencatatkan kerugian terbesar sepanjang sejarah klub tersebut. Tim yang bermarkas di San Siro itu mencatatkan kerugian sebesar 145,1 juta euro, lebih tinggi 20 juta euro dibandingkan dengan periode sebelumnya. Keadaan ini memberikan sorotan terhadap kinerja Ivan Gazidis yang masuk sebagai bagian dari Elliott Management pada awal musim tersebut.


Elliott Management yang masuk sebagai pengganti Yonghong Li di posisi manajemen pada musim 2018/19 dikenal sebagai lembaga keuangan yang memiliki spesialisasi untuk melakukan investasi terhadap insitusi yang sedang mendekati kebangkrutan, atau disebut sebagai vulture fund


Paolo Maldini,Ivan Gazidis

Reputasi dari lembaga keuangan dari Amerika Serikat itu membuat mereka dianggap dapat segera menjual saham kepemilikan mayoritas mereka di tim yang saat ini berada di peringkat ke-13 klasemen Serie A itu.


Namun, perwakilan dari Elliott Management menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk melepas kepemilikan mereka di Rossoneri. Elliott Management juga mendukung rencana Milan dan Inter untuk membangun stadion baru sebagai pengganti San Siro yang dianggap tertinggal dibandingkan dengan stadion-stadion modern lainnya.


“Sama sekali tidak ada rencana seperti itu. Satu-satunya opsi yang ada untuk masa depan saat ini adalah membangun stadion baru dengan Inter. Proposal yang diajukan kepada Dewan Kota Milan berdasarkan ide untuk melanjutkan proyek. Tidak ada proyek lain yang masuk dalam rencana kami saat ini. Proses restrukturisasi dan keadaan saat ini membuat kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan proyek lain,” ungkap perwakilan Elliott Management yang dikutip dari Football Italia.


Sebelumnya terdapat spekulasi bahwa Gazidis dan manajemen Milan tidak mempermasalahkan kerugian yang besar pada periode 2018/19. Langkah keuangan yang mereka lakukan pada periode tersebut juga dijalani dengan tujuan untuk membuka kesempatan bagi investor yang ingin mendapatkan kepemilkan mayoritas dari klub tersebut.