​Spekulasi terkait masa depan Thomas Muller menjadi pembicaraan hangat setelah manajer ​Bayern Munchen, Niko Kovac mengeluarkan pernyataan mengejutkan, yakni menyebut jika pemain asal Jerman tersebut hanyalah seorang pemain cadangan di dalam skuat dan baru akan menurunkannya dalam keadaan mendesak.


Seperti diketahui Muller memang kalah bersaing dengan Philippe Coutinho yang saat ini menempati posisi gelandang serang. Situasi ini tentu membuat pemain berusia 30 tahun tersebut geram dan tak menutup kemungkinan untuk hengkang di ​bursa transfer musim dingin yang akan dibuka pada Januari 2020 mendatang.


Pernyataan Kovac tentu mendapat keceman dari berbagai pihak, bahkan terakhir CEO klub, ​Karl Heinz-Rummenige juga membela Muller dan memastikan bahwa sang pemain takkan meninggalkan Allianz Arena.

Setelah dalam beberapa waktu terakhir memilih bungkam, Niko Kovac akhirnya mengakui kesalahan sekaligus meminta maaf terkait komentar yang telah dia sampaikan terhadap anak asuhnya tersebut.


"Saya tidak bisa mengungkapkan siapa pemain yang akan diturunkan setiap akhir pekan. Pernyataan yang sempat saya sampaikan (soal Thomas Muller) adalah sebuah kesalahan," ujar Kovac seperti dilansir ​AS English.


"Saya salah mengartikulasikan pikiran dan ingin menggunakan kesempatan ini untuk membantah pernyataan yang sebelumnya saya sampaikan. Saya juga sudah berbicara dengan Thomas Muller. Semua sudah terselesaikan dan dia juga paham apa yang saya maksud. Setiap orang pasti akan melakukan kesalahan. Itulah kehidupan," tambahnya.

Patut ditunggu bagaimana kelanjutan karier Muller bersama ​Die Roten, jika masih belum menjadi pilihan utama dan akhirnya memilih hengkang, pemain kelahiran Weilheim, Jerman tersebut juga tak perlu kesulitan mencari klub anyar, mengingat​ Inter Milan disebut ingin memboyongnya ke Italia.