Lucas Hernandez menjadi salah satu pemain bintang yang didatangkan oleh Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas 2019. Pemain yang dapat ditempatkan pada posisi bek tengah dan kiri itu didatangkan dari Atletico Madrid dengan nilai transfer 80 juta euro. Dia menjadi upaya raksasa sepak bola Jerman itu untuk mendapatkan pemain di lini belakang yang dapat mereka gunakan dalam jangka panjang.


Keputusan yang diambil oleh Lucas Hernandez untuk meninggalkan Los Colchoneros sampai membuat mantan pelatihnya, Diego Simeone, menyatakan rasa sedihnya. Simeone mengatakan bahwa pemain Timnas Prancis itu menjadi sosok yang paling membuat mereka merasa kehilangan. Karena, Lucas Hernandez adalah salah satu lulusan akademi yang sempat diharapkan untuk menjadi pilar bagi tim ibu kota Spanyol tersebut.


Lucas Hernandez

Terkait keputusannya untuk meninggalkan Spanyol dan pindah ke Jerman, Lucas Hernandez mengatakan bahwa alasannya untuk bergabung dengan Bayern adalah untuk meninggalkan zona nyaman yang selama ini ditempatinya. Keputusan untuk hengkang pada akhir musim 2018/19 menjadi langkah yang dianggapnya sebagai sesuatu yang tepat.


“Saya mendapatkan beberapa tawaran dari klub selain Bayern Munchen dan memiliki segala hal yang saya butuhkan di Atletico Madrid. Saya berpikir keras sebelum mengambil keputusan, dan mempertimbangkannya dengan keluarga saya. Pada akhirnya, saat ini menjadi momen yang tepat untuk mengubah kehidupan, kota, budaya, dan negara, untuk melihat sesuatu yang baru.”


“Perwakilan klub dan pemain lain mengatakan bahwa saya akan bergabung dengan sebuah keluarga, dan itu menjadi gambaran yang tepat. Bayern menjadi klub yang sesuai karena saya selalu memiliki keinginan untuk mendapatkan kesuksesan sepanjang karier saya. Saya dapat meningkatkan kemampuan dan maju ke tingkat yang lebih tinggi dengan bergabung ke klub ini,” ujar Lucas Hernandez dalam wawancara yang dikutip dari AS.


Lucas Hernandez mengatakan bahwa langkah tersebut diambilnya agar dapat memperoleh tekanan yang lebih tinggi dalam kehidupannya. Pemain berusia 23 tahun itu menganggap bahwa pola pikir itu dapat membantu perkembangannya sebagai seorang pemain sepak bola.