​Walau berhasil mempertahankan gelar Scudetto dalam delapan musim beruntun dan kemudian memenangkan Supercoppa Italiana,​ Juventus tetap aktif menambah kekuatan skuatnya di musim panas 2019, total ada delapan nama yang sukses direkrut ke Turin.


Di sisi lain, pihak klub juga aktif melepas beberapa pemainnya, pasca menjual Moise Kean ke Everton dan kemudian Joao Cancelo ke ​Manchester City, masih ada satu pemain lain yang juga diminati dua klub top ​Premier League​Tottenham Hotspur dan ​Manchester United, yakni ​Paulo Dybala.


Namun hingga hari terakhir bursa transfer, pemain asal Argentina itu memilih untuk bertahan dan memperjuangkan satu tempat di starting XI, penantian​ Dybala pun membuahkan hasil, dia mulai dipercaya Maurizio Sarri dan terakhir mampu mencatatkan namanya di papan skor kala Juve sukses mengalahkan ​Inter Milan, Senin (7/10) dini hari WIB.

Setelah dalam beberapa waktu terakhirmemilih bungkam soal rumor transfernya, Dybala pun bersedia buka suara soal kegagalan hengkangnya ke ​Manchester United atau ​Tottenham Hotspur.


"Ya, musim panas memang tak berjalan dengan mudah. Mendengar nama Anda selalu dikaitkan dengan setiap tim dan sebenarnya Anda juga tidak ingin hengkang bukan hal yang bagus," ungkap Dybala seperti dilaporkan​ Express.


"Tetapi inilah sepakbola. Bahkan sebelum ​bursa transfer resmi dibuka saya sudah terlebih dulu mengatakan 'saya ingin bertahan di sini'. Membuktikan kualitas di lapangan sepertinya jauh lebih penting ketimbang berbicara," tambahnya.

Pasca mengantarkan ​Juventus meraih tiga poin sekaligus merebut posisi puncak klasemen sementara, ​Dybala pun masih memiliki harapan untuk terus menampilkan performa terbaik di Turin.


"Saya selalu mengatakan keinginan untuk bertahan dan bermain sekaligus melanjutkan karier di ​Juventus, Saya pun merasa masih memiliki kemampuan untuk memberikan banyak hal untuk klub ini," urainya.