Pengeluaran tinggi yang dilakukan oleh Barcelona dalam beberapa periode transfer terakhir membuat mereka juga perlu melepas beberapa pemain. Kegagalan untuk menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran setiap tiga musim berpotensi membuat tim yang bermarkas di Camp Nou itu mendapatkan sanksi dari asosiasi sepak bola Eropa, terkait pelanggaran peraturan finansial, FFP.


Barcelona sudah memiliki rencana untuk melepas beberapa pemain yang tidak ingin mereka gunakan dalam jangka panjang, tetapi kegagalan untuk melakukannya membuat tim asuhan Ernesto Valverde itu memiliki skuat yang tidak seimbang, dengan adanya pemain yang tidak digunakan secara maksimal dalam beberapa pertandingan awal musim 2019/20.


ESPN mengabarkan bahwa saat ini Azulgrana harus memperoleh pendapatan sebesar 124 juta euro dari penjualan pemain. Barca harus memperoleh pendapatan tersebut sebelum periode keuangan 2019/20 ditutup pada 30 Juni 2020. 


Philippe Coutinho

Keadaan ini dikabarkan membuat beberapa anggota direksi Barca merasa khawatir dengan keadaan keuangan mereka, dengan adanya pengeluaran tinggi tidak hanya untuk tim sepak bola klub tersebut, tetapi juga untuk cabang olahraga lainnya.


Walau demikian, mereka juga merasa yakin bahwa potensi penjualan Ivan Rakitic, yang saat ini menjadi pemain pelapis di lini tengah Barca, dan Philippe Coutinho, yang dipinjamkan ke Bayern Munchen, dapat memberikan pendapatan yang memadai untuk menutupi nilai keuangan yang perlu mereka peroleh sebelum akhir periode fiskal.


Coutinho dapat bergabung dengan Bayern secara permanen apabila tim Jerman itu mengeluarkan biaya sebesar 120 juta euro untuk merekrutnya, sementara Rakitic juga masuk dalam incaran dari beberapa klub besar Eropa pada bursa transfer musim panas 2019 namun pada akhirnya tetap bertahan di Camp Nou. Peluang bagi kedua pemain itu untuk hengkang secara permanen pada 2020 cukup tinggi.