​Kabar soal masa depan Shkodran Mustafi bersama ​Arsenal memang menjadi pembicaraan hangat di sepanjang musim panas 2019, serangkaian inkonsistensi yang dia perlihatkan di musim 2018/19 membuat pemain asal Jerman tersebut diprediksi akan menjadi salah satu nama yang meninggalkan Emirates Stadium.


Rasanya memang tak mengejutkan jika banyak pihak yang memprediksi bahwa Mustafi akan segera hengkang, terlebih dia cukup sering melakukan blunder yang juga membuat timnya gagal memetik poin penuh, namun hingga bursa transfer ditutup, dia tetap memilih untuk bertahan di London.


Walau sudah memutuskan untuk tetap menjadi bagian dari skuat Unai Emery, publik masih belum melupakan sejumlah blunder yang dia lakukan, bahkan berdasarkan hasil polling dari media asal Spanyol, Marca, Mustafi dianggap sebagai bek terburuk kedua di dunia, setelah bek ​Manchester United, Phil Jones.

Mustafi pun langsung buka suara soal hasil polling tersebut, pemain yang sempat membela Valencia itu geram sekaligus tak terima jika dirinya dianggap sebagai bek terburuk.


"Di dua tahun pertama setelah saya memutuskan untuk hengkang ke ​Arsenal di tahun 2016, semua berjalan dengan sangat baik, namun kemudian ada penurunan mulai Natal 2018. Ya, saya memang melakukan beberapa kesalahan dan para suporter menciptakan kekacauan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya," ungkap Mustafi seperti dilansir​ Goal.


"Saya merupakan sosok yang juga kritis terhadap diri sendiri saat melakukan kesalahan. Saya juga bukan pribadi yang tak bisa menerima kritik, tetapi saat ini kritik bersifat irasional. Saya menjadi target dan kemudian orang-orang menyalahkan saya andai tim menelan kekalahan, bahkan ketika tidak bermain," tambahnya.

Musim ini Mustafi masih belum menjadi pilihan utama Unai Emery saat timnya berlaga di ​Premier League. Pemain berusia 27 tahun itu baru tampil saat​ Arsenal ambil bagian di League Cup dan Europa League.