Hadirnya Frank Lampard sebagai pelatih anyar ​Chelsea sepertinya menjadi keuntungan sendiri bagi para pemain muda. Terlepas dari sanksi embargo transfer, Lampard memang banyak memberikan kesempatan bermain bagi para pemain yang berasal dari akademi, salah satu nama yang tengah mencuri perhatian adalah Tammy Abraham.


Pemain yang musim lalu dipinjamkan ke Aston Villa itu kini menjadi sosok penyerang yang tak tergantikan di lini depan, total Abraham sudah mengoleksi sembilan gol di semua kompetisi. Bahkan berkat konsistensinya, dia berhasil masuk ke skuat timnas senior Inggris yang akan melakoni babak kualifikasi Euro 2020 pada 12 dan 15 Oktober mendatang.

Walau mulai diperhitungkan sebagai salah satu penyerang muda terbaik di musim 2019/20, bukan berarti Tammy Abraham tak memiliki kendala. Dia sudah bertemu banyak pemain belakang lawan, namun menurutnya bek ​Liverpool, Virgil van Dijk lah yang menjadi lawan terberatnya.


"Virgil van Dijk adalah seorang monster. Dia selalu menampilkan performa yang bagus dan sudah memiliki banyak pengalaman. Saat bertemu, saya mencoba menggunakan sedikit trik (untuk mengecohnya), tetapi pemahamannya terhadap permainan sangat hebat," ujar Abraham seperti dilansir ​Mirror.


"Bek-bek lain biasanya tak memperlihatkan pergerakan saat saya berada di dalam kotak penalti dan hanya fokus pada bola, tetapi tidak dengan Van Dijk. Dia mengawasi saya dan bola sekaligus tahu di mana saya berada, ke mana saya akan bergerak dan terus mengikuti. Hal itu sangat menjengkelkan bagi seorang penyerang,--tinggalkan saya sendiri!" tambahnya.

Pengawalan Van Dijk pada Abraham sepertinya memang membuahkan hasil, pasalnya saat ​Chelsea menjamu ​Liverpool pada 22 September silam,​ The Reds sukses mengamankan tiga poin pasca menang 2-1. Abraham juga gagal mencatatkan namanya di papan skor. Satu gol balasan tuan rumah dicetak N'golo Kante di menit ke-71.