Hasil mengejutkan baru saja tercipta di fase grup ​Champions League 2019/20, tepatnya di Grup B. Pada laga yang mempertemukan antara juara bertahan Bundesliga, ​Bayern Munchen, kontra finalis Champions League musim lalu,​ Tottenham Hotspur, kubu Spurs justru harus rela dihancurkan dengan skor telak 2-7. Ironisnya, laga itu dihelat di markas mereka sendiri, yakni Tottenham Hotspur Stadium.


Alhasil, kekalahan memalukan tersebut menorehkan rekor tersendiri, sebagai kekalahan terburuk yang pernah diderita tim Inggris di kancah Champions League. Sebagai sedikit penghiburan untuk fans Tottenham, sejatinya mereka tidak sendiri. Dalam sejarah kompetisi, terdapat sejumlah kekalahan buruk nan memalukan yang pernah diderita oleh para tim Premier League. Berikut kami sajikan enam di antaranya.


Barcelona 5-1 Chelsea (Leg Kedua, Perempat Final 1999/2000)

Rivaldo

​Chelsea kala itu datang ke markas ​Barcelona, Camp Nou, dengan kepercayaan diri tinggi. Pasalnya, di leg pertama yang dihelat di Stamford Bridge, Didier Deschamps dkk sukses mengungguli El Barca dengan skor 3-1. Sayangnya, petaka justru terjadi di leg kedua. Barcelona sukses menyamakan agregat melalui gol Rivaldo, Luis Figo, dan Daniel Garcia di 90 menit waktu normal, Chelsea sendiri hanya sempat membalas melalui Tori Andre Flo. 


Namun, memasuki perpanjangan waktu, The Blues akhirnya harus mengakui kedigdayaan anak asuh Louis Van Gaal. Gol Patrick Kluivert dan satu penalti dari Rivaldo, memastikan Barcelona menang 5-1 dan lolos ke semifinal dengan agregat 6-4.


Spartak Moscow 4-1 Arsenal (Babak Kedua 2000/01)

SOCCER-ARSENAL-PIRES

Tak dapat dimungkiri, di era 2000an, ​Arsenal menjadi salah satu tim yang dijagokan untuk meraih gelar Champions League, tak terkecuali di musim 2000/01. Anak asuh Arsene Wenger pun melaju dengan konsisten di fase grup setelah memuncaki Grup B dengan hanya menelan satu kekalahan. 


Namun, ketika memasuki babak kedua, ketidakberuntungan menaungi Sylvain Wiltord dkk. Di laga pertama, mereka langsung tersungkur di tangan tim Rusia, Spartak Moscow.  Unggul lebih dahulu melalui Sylvinho, Spartak membalas melalui Marcos Antonio (dua gol), Yegor Titov, dan Robson da Silva. Arsenal sendiri akhirnya hanya mampu menjadi runner up di babak kedua, dengan Bayern Munchen yang lolos ke babak selanjutnya.


Maccabi Haifa 3-0 Manchester United (Fase Grup 2002/03)

Ryan Giggs scores their first goal

Kekalahan tiga gol memang bukan suatu hal yang luar biasa, namun, menjadi 'spesial' ketika tim sekaliber ​Manchester United era Sir Alex Ferguson, harus tumbang dengan skor tersebut di tangan tim antah berantah asal Israel, Maccabi Haifa. Terjadi pada Oktober 2002 kala Setan Merah mengunjungi markas Haifa di GSP Stadium, Ryan Giggs dkk jelas diunggulkan. Apalagi, mereka sebelumnya melumat Haifa dengan skor 5-2 di Old Trafford. 


Namun, nasib sial justru menimpa Setan Merah kala mereka dikejutkan dengan tiga gol dari Yaniv Katan, Raimondas Zutautas, dan penalti Yakubu Ayegbeni. Untungnya, hasil ini tidak mempengaruhi posisi Man United sebagai pemuncak grup, namun tetap merupakan salah satu kekalahan memalukan dalam sejarah klub di Eropa.


Newcastle United 1-4 Inter Milan (Babak Kedua 2002/03)

Bramble argues with Inter players

Kendati saat ini Newcastle tidak lebih dari tim penghibur di papan tengah Premier League, pada masa kejayaan mereka di periode 2000an, mereka sempat menjadi pesaing di papan atas dan menembus level Eropa. Partisipasi mereka di Champions League 2002/03 pun menjadi salah satu yang dikenang. Mereka mampu lolos dari Grup E yang dihuni Juventus, Dynamo Kiev, dan Feyenoord, bahkan, mereka mengalahkan Juventus dengan skor 1-0 di St. James Park. 


Namun, memasuki babak kedua, keberuntungan tidak lagi berpihak kepada Alan Shearer dkk. Pada laga pertama babak kedua di St James Park, mereka langsung dihancurkan dengan skor 1-4 oleh ​Inter Milan. Hasil buruk itu berlanjut di laga selanjutnya kala mereka kalah 1-3 dari Barcelona, yang membuat mereka gagal lolos ke babak selanjutnya.


Porto 5-0 Leicester City (Fase Grup 2016/17)

Felipe

Tahun 2016 jelas menjadi tahun yang tidak terlupakan bagi Leicester City. Untuk kali pertama, mereka berpartisipasi di Champions League pasca menjuarai Premier League 2015/16. Bergabung di Grup G bersama FC Porto, Club Brugge, dan FC Copenhagen, The Foxes tampil cukup baik. Mereka mampu meraih empat kemenangan, satu kali imbang, dan hanya sekali kalah. 


Namun, satu kekalahan tersebut tercatat cukup buruk. Bertamu ke Estadio do Dragao, markas FC Porto, anak asuh Claudio Ranieri dibuat tak berkutik setelah dihantam lima gol tanpa balas. Dua gol Andre Silva, dan satu gol dari Jesus Corona, Yacime Brahimi, dan Diogo Jota, sukses membalas kekalahan 0-1 Porto di King Power Stadium. 


Kendati demikian, Leciester tetap lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup dengan 13 poin. Sayangnya, langkah mereka kemudian terhenti di sana setelah disingkirkan Sevilla dengan agregat 3-2.


Bayern Munchen 5-1 Arsenal (Babak 16 Besar 2016/17)

Alexis Sanchez,Javier Martinez

Bayern nampaknya memang menjadi 'hantu' bagi tim-tim Inggris. Sebelum pemusnahan terhadap Tottenham, Arsenal yang selalu menjadi korban bagi Die Roten, dan musim 2016/17 menjadi yang terburuk. Bagaimana tidak, ​Arsenal tidak hanya dibantai di satu leg, melainkan dua leg oleh ​Bayern Munchen. Tidak main-main, skor yang mereka derita pun sama persis, yakni 1-5, yang membuat agregat total menjadi 10-2 bagi Bayern Munchen.


Arsenal sejatinya menghadapi Bayern dengan penuh percaya diri. Apalagi, mereka lolos dari Grup A sebagai juara, mengungguli Paris Saint-Germain. Sebaliknya, Bayern hanyalah runner-up Grup D. Namun, fakta berkata berbeda, pada leg pertama di Allianz Arena, Arsenal dibumi hanguskan dengan skor 5-1 melalui Arjen Robben, Robert Lewandowski, Thiago (dua gol) dan Thomas Muller, yang hanya bisa dibalas oleh Alexis Sanchez. 


Ironisnya, nasib sama persis juga menimpa mereka di Emirates Stadium. Sempat unggul terlebih dahulu via gol Theo Walcott, Bayern kemudian mengamuk di babak kedua dan menggelontorkan lima gol untuk membuat Die Roten unggul agregat 10-2. Kekalahan dari Bayern kala itu, sekaligus membuat The Gunners gagal lolos dari babak 16 besar selama tujuh musim beruntun.