AC Milan mendapatkan kekalahan ketiga mereka secara beruntun, dan keempat secara keseluruhan dalam ajang Serie A 2019/20, setelah Fiorentina berhasil mencuri poin maksimal di San Siro setelah tuan rumah kalah dengan skor 1-3 pada Senin (30/9) dini hari WIB. Tim tamu mencetak tiga gol lewat penalti Erick Pulgar, Gaetano Castrovilli, dan Franck Ribery. Sementara Milan hanya membalas lewat Rafael Leao.


Marco Giampaolo

Kesulitan yang dialami oleh Milan tidak hanya terjadi karena pemain-pemain mereka tidak dapat menunjukkan performa yang maksimal, tetapi juga karena Mateo Musacchio mendapatkan kartu merah pada menit ke-55. Hasil buruk ini semakin meningkatkan tekanan kepada posisi Marco Giampaolo sebagai pelatih utama.


Giampaolo, yang menjadi pelatih Milan pertama yang mendapatkan empat kekalahan dari enam pertandingan dalam 30 tahun, merasa bahwa para pemainnya tidak menunjukkan kekompakan yang memadai sepanjang pertandingan tersebut. Giampaolo merasa kecewa karena sebelumnya ia menganggap ​Milan tampil memuaskan pada saat mereka dikalahkan oleh Torino dengan skor 1-2.


“Saya yakin dengan rencana dan ide yang saya miliki, tetapi tim ini nampak tampil tanpa pernah menjalani sesi latihan bersama-sama. Tim bermain dengan karakter yang luar biasa tiga hari sebelumnya (saat kalah dari Torino) dan saya menyaksikan beberapa momen yang membuat saya senang. Pada pertandingan ini, terdapat performa individual yang mengecewakan, dan tidak ada kekompakan yang memadai sebagai sebuah tim,” ucap Marco Giampaolo dalam konferensi pers yang dikutip dari Football Italia.


Giampaolo mengatakan Milan memiliki beberapa pemain muda dengan kemampuan individual yang tinggi, tetapi hal itu tidak dapat bertahan lama apabila tim tersebut tidak memiliki identitas yang menjadi prinsip utama dalam permainan mereka.