Penyerang sayap Bayern Munchen, Ivan Perisic, mengaku sedih dan kecewa ketika transfernya ke Manchester United gagal terlaksana pada 2017. Perisic juga mengakui keinginannya memperkuat Red Devils yang kala itu diasuh oleh Jose Mourinho.


The Special One sudah terang-terangan mengakui ingin Perisic di dalam timnya. Namun, Inter Milan (yang masih diasuh Luciano Spalletti) sukses menahan kepergiannya. Dua tahun berlalu dan Perisic kini bermain untuk Bayern arahan Niko Kovac.


"Betapa dekatnya saya bergabung ke sana (United)? Sangat dekat. Ketika Jose memanggil saya, ini benar-benar hal yang sangat hebat bagi saya. Sulit berkata tidak kepadanya. Faktanya, saya benar-benar ingin bergabung dengannya dan bermain untuk United," ungkap Perisic, dikutip dari Goal.

"Merupakan impian saya bermain di seluruh liga-liga besar. Tapi itu tidak terjadi dan menyakitkan bagi saya. Tapi saya tak ingin berkomentar soal detail-detail. Saya baru menemukan fakta sesungguhnya dua tahun kemudian."

Dusan Jovancic,Ivan Perisic

Perisic tak lagi jadi incaran United yang saat ini dilatih oleh Ole Gunnar Solskjaer. Di Bayern juga ia bukan prioritas transfer pertama. Tapi, setelah mereka gagal merekrut Leroy Sane, Bayern mengalihkan target ke Perisic dan sukses merampungkan transfernya di musim panas 2019.


"Kita tengah berbicara soal Bayern, satu dari lima klub terbaik di dunia. Mereka selalu punya tiga hingga lima kemungkinan untuk setiap posisi yang mereka tertarik untuk perkuat. Saya bukan pilihan pertama," imbuh Perisic.

"Itu terjadi dengan sangat cepat. Semuanya tahu cerita: setelah Sane cedera, klub menghubungi Inter dan kemudian agen saya. Saya memikirkannya (tawaran) dengan keluarga saya selama semalam, kemudian saya sepakat (pindah ke Bayern)."


"Saya percaya pada diri saya cukup baik untuk berpikir bahwa saya bisa meyakinkan klub untuk pindah permanen. Itulah keinginan saya. Saya akan melakukan segalanya yang bisa saya lakukan untuk mewujudkannya," pungkas pemain asal Kroasia itu.