​Kesukesean​ Tottenham Hotspur  menutup musim 2018/19 dengan lolos ke partai final ​Champions League memang membuat mereka kembali dianggap sebagai tim unggulan di musim 2019/20, terlebih klub asal London itu juga tidak kehilangan pemain-pemain terbaiknya seperti Harry Kane dan Christian Eriksen.


Tak sedikit pihak yang menilai jika ​Spurs akan dengan mudah mengunci posisi papan atas, terlebih mereka juga sukses mendatangkan beberapa pemain di​ bursa transfer musim panas, termasuk di antarnya Tanguy N'dombele, Giovani Lo Celso, dan Ryan Sessegnon.


Sayang, yang terjadi malah sebaliknya, ​The Lilywhites mengalami inkonsistensi dan sudah beberapa kali kehilangan angka, dari enam laga yang sudah dimainkan, mereka baru meraih dua kemenangan, sementara empat laga sisa berakhir dengan kekalahan dan hasil imbang.

Terakhir, secara tak terduga ​Spurs juga menelan kekalahan dari klub League Two, Colchester United di babak ketiga League Cup. Hasil ini membuat mereka langsung tersingkir dan kinerja Mauricio Pochettino selaku manajer juga mulai mengundang komentar dari berbagai pihak, termasuk mantan penyerang tim, Dimitar Berbatov.


"Saya benar-benar berharap jika Mauricio Pochettino belum merasa bahwa ini adalah akhir kariernya bersama ​Spurs. Dia sudah berada di sini selama enam musim dan menjadi manajer dengan masa kerja terlama di kompetisi ​Premier League," ujar Berbatov seperti dilansir ​Marca.


"Mengapa dia ingin hengkang? Saya pikir kini Pochettino sudah berada di tempat yang tepat bersama tim yang tepat pula. Dia tahu apa yang harus dilakukan dan jika akhirnya dia memilih pergi, itu adalah keputusannya, tetapi rumor ketertarikan dari ​Real Madrid yang terus diberitakan secara konstan juga membuat bingung semua pihak yang terlibat," tambahnya.

Seperti diketahui, posisi Zinedine Zidane sebagai manajer ​Los Blancos juga dikabarkan masih belum aman, bahkan ​Florentino Perez selaku presiden klub juga masih menjadikan Pochettino sebagai target utama.


Menutup pembicaraan, Berbatov  juga menilai jika Pochettino masih memiliki waktu untuk membawa timnya bangkit di musim 2019/20.


"Ya, saya tahu jika sebuah tim menelan kekalahan, maka hal-hal negatif pasti akan memenuhi pikiran; Anda mulai bertanya pada diri sendiri apakah para pemain masih bisa dimotivasi? Kini semua orang harus tetap bersikap positif dan membiarkannya fokus menjalankan tugas sebagai manajer tim," urainya.