EA Sports selaku pengembang dan penerbit seri gim FIFA telah merilis demo gim FIFA 20 yang sudah dapat diunduh dan dimainkan di perangkat PC (melalui launcher Origin), PS4, dan Xbox One. Versi penuh dari gim ini akan dirilis di ketiga perangkat tersebut dan Nintendo Switch di seluruh dunia pada Jumat (27/9).


Demo tersebut berisi dua mode permainan yang dapat dicoba, yaitu pertandingan standard dalam format fase grup Champions League dan mode permainan baru, yaitu Volta Football.


Terdapat tiga aspek menarik yang saya amati setelah menghabiskan beberapa jam untuk mencoba demo FIFA 20, yaitu sebagai berikut: 


  • EA Sports Mencoba Menghidupkan Nostalgia FIFA Street dengan Volta

Minimnya tambahan mode baru (atau perubahan yang signifikan terhadap mode permainan yang sudah ada) menjadi salah satu kritik utama yang dihadapi EA Sports dalam beberapa tahun terakhir, meskipun mereka sudah mencoba dengan mode permainan The Journey dalam tiga edisi FIFA terakhir.


Kali ini mereka mencoba dengan membawa kembali permainan FIFA Street yang dinamai Volta. Dalam demo ini para pengguna melihat pemain muda Real Madrid, Vinicius Junior, yang bermain di Amsterdam setelah membela Real Madrid dalam ajang Champions League kontra Ajax.


Pada demo ini para pengguna hanya dapat menjalani satu pertandingan, dengan permainan 3 vs 3 dengan pemenang yang ditentukan untuk tim pertama yang mencapai empat gol. Menarik, tetapi penilaian penuh baru dapat diberikan ketika versi full dari gim ini sudah dirilis nanti mengingat sudah terdapat variasi lain yang dapat digunakan.


  • Perubahan Signifikan saat Bertahan

Dalam mode permainan offline, kemampuan lawan yang dihadapi ditentukan oleh AI yang bergerak sesuai dengan kode yang telah diprogram ke dalamnya. Bagi gim FIFA selama ini, perbedaan tingkat kesulitan dapat memberikan kesan yang berbeda bagi seluruh penggunanya.


Pada demo kali ini saya mencoba menggunakan Chelsea untuk menghadapi Borussia Dortmund di Stamford Bridge dalam tingkat kesulitan semi pro. Tingkat kesulitan yang selama ini dapat membuat saya merasa bosan karena kadang terasa terlalu mudah, kini memberikan saya kesulitan tersendiri saat bertahan.



Pengurangan bantuan yang diberikan oleh AI kepada pengguna membuat saya harus berpikir keras untuk menutup ruang. Sepanjang pertandingan saya dipaksa untuk bertahan dan menciptakan serangan lewat serangan balik, keadaan yang membuat saya dapat memperhatikan aspek berikutnya dengan lebih jelas.  


  • Perlunya Peningkatan Kualitas Animasi Tendangan dan Gerakan

Sebagai sebuah gim yang memanfaatkan anggapan bahwa apa yang mereka tampilkan lebih realistis dibandingkan dengan pesaingnya, ekspektasi terhadap kualitas grafis dan animasi untuk gim FIFA 20 sangat tinggi. Untuk beberapa tampilan yang ditunjukkan sejauh ini, saya dapat mengatakan bahwa saya merasa puas. Namun ada hal yang menurut saya masih perlu ditingkatkan.


Kualitas animasi gerakan pemain dan tendangan mereka masih perlu ditingkatkan karena apabila diperhatikan dengan detail, terdapat beberapa momen ketika tangan atau kaki mereka bergerak secara kaku. Walau masih berupa demo, tetapi saya rasa apa yang ditunjukkan oleh EA Sports saat ini tidak akan berbeda jauh dengan versi full yang akan dirilis dalam beberapa pekan ke depan.