Chelsea akan melawan Liverpool di UEFA Super Cup yang berlangsung di Vodafone Arena, Kamis (15/8) pukul 02.00 dini hari WIB. Manajer Chelsea, Frank Lampard, mengharapkan mentalitas yang kuat dari The Blues. Lampard juga berbagi cerita kenangan pahitnya gagal dua kali meraih titel UEFA Super Cup sebagai pemain.


Mantan gelandang Chelsea medio 2001-2014 membantu klubnya juara Champions League 2012 dan Europa League 2013. Tapi, di dua kesempatan UEFA Super Cup melawan Atletico Madrid dan Bayern Munchen, Lampard urung meraihnya dengan Chelsea.

"(Setelah Chelsea memenangi Champions League 2012) kami merasa seperti pria-pria besar dan kami sepenuhnya terkejut dan kaget (ketika kalah 1-4 dari Atletico Madrid di UEFA Super Cup), ini laga yang benar-benar buruk bagi kami," cerita Lampard di laman resmi UEFA.


"Bayern (imbang 2-2 pada 2013) berbeda, sepenuhnya berbeda; kami menampilkan performa yang sangat bagus, dapat saja memenangi pertandingan; mereka mencetak gol di momen terakhir, dan kemudian kami kalah di adu penalti."

"Jadi, saya punya dua contoh hebat dari laga-laga yang sangat penting yang tidak Anda menangi dalam dua cara berbeda, dan ini menjadikan Anda semakin bernafsu memenanginya."


Menghadapi Liverpool, juara bertahan Champions League, Lampard tak mau anak-anak asuhnya sudah 'kalah sebelum perang' dengan nada pesimistis dapat menaklukkan The Reds. Lelaki berusia 41 tahun itu berharap para pemain Chelsea bisa tampil dengan segenap kemampuan.

"Kami harus sepenuhnya siap. Ini (UEFA Super Cup) trofi yang sangat ingin dimenangi klub. Saya tak pernah memenanginya; banyak pemain yang belum pernah memenanginya, jadi kami harus mengerahkan segalanya," imbuh Lampard.


"Melawan tim dengan kualitas seperti Liverpool layaknya setegang laga final. Anda tak bisa kalah di laga final; laga-laga itu sangat sulit. Tapi, apa yang tak boleh Anda lakukan adalah berasumsi kami tidak siap atau kami tidak lapar atau punya hasrat untuk memenangi laga sebesar ini."

"Ini akan menjadi satu dari laga-laga kompetitif pertama saya sebagai manajer klub ini. Setiap pemain harus sadar akan pentingnya laga untuk untuk klub ini dan kami harus mengerahkan segalanya, karena ini akan sulit."


"Ini akan sulit dan kami tak bisa melangkah dengan pikiran 'oh, kami bisa melakukannya' atau 'kami melewatkan peluang itu' atau 'kami belum cukup siap' atau apapun alasan untuk diri kami sendiri," urai dia.