Kesulitan yang dialami oleh pemain-pemain akademi untuk mendapatkan kesempatan bermain di klub-klub besar bukan merupakan permasalahan baru dalam lima liga top Eropa. Pemain-pemain tersebut cenderung dipinjamkan atau dilepas secara permanen akibat tidak dapat bersaing dengan bintang-bintang lainnya di tim utama.


Berikut adalah lima alasan mengapa hal tersebut terjadi dan nampak sulit berakhir dalam waktu dekat.


  • Ekspektasi yang Terlalu Tinggi

FBL-ICC-CHN-ASIA-MANCHESTER-UNITED-TOTTENHAM

Klub top selalu mendapatkan ekspektasi untuk meraih kesuksesan dalam setiap musim kompetisi yang mereka jalani. Ekspektasi ini kadang terlalu tinggi dan menghasilkan tekanan yang luar biasa bagi segala pihak yang terlibat dengan klub tersebut, terutama pemain-pemain muda atau yang berasal dari akademi.


Tekanan tinggi ini dapat memberikan beban yang sulit dihadapi oleh para pemain akademi. Apabila melakukan kesalahan, reaksi negatif yang dapat datang dari berbagai pihak dapat membuat karier mereka terhambat setelah digantikan dengan pemain lain yang lebih berpengalaman.


Keadaan ini dapat membuat klub cenderung menghindari risiko kejadian seperti itu, dan berusaha untuk melindungi pemain akademi mereka dengan meminjamkannya terlebih dahulu dan kemudian melepasnya secara permanen apabila sang pemain tidak dapat memenuhi ekspektasi.


  • Pemikiran Jangka Pendek

Davide Zappacosta

Keinginan untuk selalu mendapatkan kesuksesan dapat membuat sebuah klub cenderung melupakan atau bahkan tidak memiliki rencana dalam jangka panjang, termasuk dalam pengembangan bakat dari pemain-pemain akademi yang mereka miliki.


Hal ini membuat klub top cenderung mengutamakan rekrutmen pemain-pemain yang dapat memberikan dampak instan terhadap mereka, baik sebagai pemain utama maupun pelapis.


Kadang terdapat klub yang mengeluarkan biaya tinggi untuk mendatangkan pemain-pemain yang pada akhirnya menjadi pelapis meskipun memiliki beberapa pemain akademi berkualitas tinggi.


  • Kecenderungan untuk Selalu Mendatangkan Bintang Baru

Mohamed Salah,Rodri

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, pendukung dari klub top seringkali menyampaikan keinginan mereka untuk mendatangkan pemain bintang baru yang diharapkan dapat membuat tim yang mereka dukung meraih kesuksesan yang mereka dampakan.


Seringkali keinginan ini memberikan dampak negatif terhadap perkembangan yang dapat dirasakan oleh para pemain akademi.


  • Pergantian Pelatih yang Membuat Tim Tidak Stabil

FBL-ICC-2019-MAN UTD-ACMILAN

Mendapatkan posisi di sebuah klub besar tentu merupakan impian yang dimiliki oleh sebagian besar pelatih di dunia sepak bola. Kesempatan seperti itu mungkin tidak datang lebih dari satu kali sepanjang karier kepelatihan mereka. Tetapi posisi yang mereka pegang juga diikuti dengan risiko tinggi.


Risiko pemecatan yang dapat datang kapan saja cenderung membuat seorang pelatih merasa ragu untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain akademi yang belum memiliki pengalaman dalam tingkat tertinggi sepak bola.


  • Model Bisnis yang Tidak Sehat

Harry Wilson

Klub-klub besar umumnya memiliki fasilitas dengan kualitas tinggi untuk pemain-pemain akademi mereka. Kadang fasilitas yang mereka miliki memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tim senior lain yang berada di divisi yang lebih rendah.


Tetapi pemain-pemain akademi yang didatangkan dari berbagai daerah umumnya hanya direkrut untuk menjadi bagian dari model bisnis klub itu. Mereka akan mendapatkan pelatihan dan ilmu yang meningkatkan kualitas mereka, sebelum dipinjamkan atau dijual dengan harapan untuk memperoleh keuntungan yang tinggi.