Anomali tengah terjadi di FC Barcelona. Entah disadari atau tidak, di balik gemerlap koleksi bintang dalam skuat Barcelona, ada kenyataan pahit yang tersembunyi di dalamnya: mandeknya produk akademi La Masia di tim utama.

FBL-ESP-LIGA-BARCELONA-FILES

Sejak generasi La Masia yang menghasilkan Lionel Messi, Cesc Fabregas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Victor Valdes, Carles Puyol, lalu dilanjutkan Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez, generasi baru La Masia tidak tenar-tenar amat.


Sebenarnya, apa yang terjadi di Barcelona saat ini? Mengapa produk akademi La Masia sekarang ini tidak sebagus era Messi atau kesulitan masuk ke tim utama?


1. Kebijakan Klub dalam Membeli Pemain

FBL-ESP-LIGA-BARCELONA

Minimnya alumni La Masia yang bermain di tim utama nyatanya membuat perpecahan internal di jajaran direksi. Pep Segura dan Jordi Mestre telah mundur dari jabatan sebagai Manajer Umum dan Wakil Presiden Barcelona.


Perpecahan itu terjadi karena beda pendapat: satu kubu ingin menjunjung tinggi filosofi dan tradisi Barca dalam memercayai produk La Masia, sementara kubu lainnya tidak ragu menggunakan servis pemain dengan status bintang atau pemain bertalenta dari luar Barcelona.


Sekarang ini, Barca lebih banyak mendapatkan pemain-pemain top dari luar La Masia. Alhasil, sangat sulit bagi produk La Masia masuk ke tim utama Barca.


2. Jarang Diberi Kesempatan Bermain di Tim Utama

Rafael Alcantara alias Rafinha

Generasi baru La Masia bukannya tidak ada. Dalam skuat utama saat ini ada Rafinha, Carles Alena, Riqui Puig, Moussa Wague, dan Carles Perez. Tapi pertanyaannya adalah "Apakah mereka cukup banyak bermain di tim utama?"


Jawabannya: tidak. Ernesto Valverde, pelatih Barcelona, atau Luis Enrique (eks pelatih Barca), menjadikan mereka sebagai pemain untuk dirotasi - bukan pemain utama. Dengan begitu, wajar apabila mereka memilih hengkang demi jam bermain di klub lain.


3. Tuntutan Sepak Bola Modern

Antoine Griezmann,Frenkie De Jong

Masih relevan dengan poin pertama. Tuntutan sepak bola modern memaksa klub untuk meraih sukses instan, baik dalam meraih trofi atau permainan yang meyakinkan. Alhasil, kesabaran mengembleng produk La Masia seperti di masa lalu ada Messi, Xavi, Iniesta, tak lagi berlaku saat ini.


Merekrut pemain bintang, berpengalaman, bertalenta, dan top dari klub lain jadi opsi utama Barca. Hal itu bisa dilihat dari kedatangan Antoine Griezmann, Luis Suarez, Arturo Vidal, Frenkie de Jong, Philippe Coutinho, dan nama lainnya.


4. Eksodus Produk La Masia

Javi Lopez,Cristian Tello

Tak ada pilihan lain bagi produk La Masia selain hengkang ke klub lain demi perkembangan karier mereka. Barca dapat melepas mereka dengan status pinjaman atau lepas permanen.

Tak terhitung sudah berapa banyak produk La Masia yang hengkang dan bersinar di klub lain. Kebanyakan di antara mereka kesulitan menembus skuat utama.


Beberapa nama di antaranya adalah: Christian Tello, Marc Muniesa, Hector Bellerin, Wilfrid Kaptoum, Dani Olmo, Jordi Mboula, Adama Traore, Xavi Simons, dan masih banyak lagi.