Fernando Torres telah ​mengambil keputusan untuk mengakhiri kariernya sebagai pemain sepak bola profesional yang telah berlangsung selama 18 tahun. Pemain yang dijuluki El Nino itu merupakan salah satu pemain terbaik asal Spanyol dalam era modern yang meraih berbagai pencapaian luar biasa sepanjang kariernya di tingkat klub maupun internasional.


Berikut adalah sembilan momen terbaik sepanjang karier Fernando Torres.


  • Menjadi Kapten Atletico Madrid Pada Usia 19 Tahun

Fernando Sanz of Malaga and Fernando Torres of Atletico Madrid

Fernando Torres mengawali kariernya dengan Atletico Madrid pada 1995 sebagai pemain akademi. Potensi yang ditunjukkannya membuatnya mendapatkan kontrak profesional dengan Los Rojiblancos empat tahun kemudian, saat ia baru berusia 15 tahun.


Pada usia 19 tahun, Torres ditunjuk menjadi kapten tim ibu kota Spanyol tersebut. Musim 2003/04 menjadi momen penting dalam kariernya, dengan catatan 19 gol dalam kompetisi La Liga.


  • Mencetak 33 Gol dalam Musim Pertamanya di Liverpool
Liverpool's Spanish forward Fernando Tor

Setelah berada dalam skuat senior Atletico selama tujuh tahun, Torres bergabung dengan Liverpool pada 2007. Kepindahannya ke Inggris terjadi setelah Torres sempat beberapa kali diincar oleh Chelsea yang ingin mendatangkannya pada 2003 dan 2005.


Dalam musim pertamanya dengan The Reds, Torres mencetak 33 gol dalam 46 pertandingan di seluruh kompetisi, catatan debut terbaik bagi pemain asing bagi klub tersebut sebelum dipatahkan oleh Mohamed Salah pada musim 2017/18.


  • Penentu Kemenangan dalam Awal Dominasi Timnas Spanyol

Spanish forward Fernando Torres celebrat

Fernando Torres tergabung dalam skuat Tim Nasional Spanyol yang mengikuti kompetisi Euro 2008 yang diadakan di Austria dan Swiss. Partisipasinya dalam turnamen tersebut merupakan salah satu momen terbaik dalam kariernya dan dapat dianggap sebagai puncak dari perjalanan pemain dengan julukan El Nino tersebut.


Torres menjadi bagian dari skuat La Furia Roja yang menjadi juara dalam turnamen tersebut. Golnya dalam kemenangan 1-0 atas Jerman menjadi awal dari dominasi Spanyol yang berlangsung hingga 2012.


  • Mencapai Peringkat Ketiga dalam Penghargaan Ballon d’Or

Fernando Torres

Puncak dalam karier yang dirasakan oleh Fernando Torres pada 2008 tidak hanya membuatnya menjadi bagian penting dari skuat Liverpool dan Tim Nasional Spanyol, tetapi juga membuatnya mendekati penghargaan individual tertinggi dalam dunia sepak bola.


Torres berada di peringkat ketiga dalam penghargaan Ballon d’Or 2008, di belakang Lionel Messi (Barcelona) di peringkat kedua, dan Cristiano Ronaldo (Manchester United) yang mendapatkan penghargaan tersebut.


  • Peran Vital dalam Kemenangan Telak di Old Trafford Atas Manchester United

Persaingan antara Manchester United dan Liverpool merupakan salah satu rivalitas terpanas di Inggris dan Eropa. Pertemuan antara kedua klub tersebut sering menghasilkan momen bersejarah yang dikenang dalam waktu lama dalam sejarah Premier League.


Bersama The Reds, Torres juga mencatatkan namanya dalam sejarah pertemuan kedua klub ketika mencetak gol dalam kemenangan yang diraih timnya dengan skor telak 4-1 atas United di Old Trafford. Torres merayakan gol tersebut dengan mengangkat tangannya dan menunjukkan lima jari sebagai simbol raihan gelar juara Champions League yang dimiliki Liverpool saat itu.


  • Penyelamat Chelsea di Camp Nou

Kepindahan Fernando Torres ke Chelsea dari Liverpool pada Januari 2011 memang tidak dapat berjalan sesuai harapan. Performa dari sang penyerang menurun akibat permasalahan pada lututnya. Tetapi Torres tetap menjadi salah satu pemain yang berperan penting dalam sejarah klub London Barat tersebut.


Gol yang dicetak oleh pemain yang dikenal dengan nomor punggung 9 itu di Camp Nou ke gawang Barcelona membawa The Blues lolos ke babak final Champions League 2011/12. Dan terbukti menjadi momen penting dalam perjalanan Chelsea untuk menjuarai kompetisi tersebut untuk pertama kalinya sepanjang sejarah mereka.


  • Gol dan Selebrasi Ikonik di Amsterdam

Kontribusi penting yang diberikan oleh Fernando Torres kepada Chelsea berlanjut pada musim berikutnya. Sepanjang musim 2012/13 Torres berhasil menjadi salah satu pemain kunci dari klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu.


Puncak kariernya dengan Chelsea terjadi pada babak final Europa League yang diadakan di Amsterdam, Belanda. Torres mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 yang diraih timnya atas Benfica dan merayakan gol tersebut dengan selebrasi ikonik sebagai penghargaan kepada legenda Atletico Madrud, Kiko Narvaez.


  • Kontribusi dalam Final Euro 2012

Spanish forward Fernando Torres (R) cele

Torres kembali tergabung dalam skuat Tim Nasional Spanyol yang mengikuti Euro 2012 yang diadakan di Polandia dan Ukraina. Tetapi taktik permainan False 9 yang digunakan oleh skuat asuhan Vicente Del Bosque itu membuatnya tidak menjadi pilihan utama dalam turnamen tersebut.


Namun Torres tetap berperan dan menjadi salah satu pencetak gol ketika Spanyol meraih kemenangan telak dengan skor 4-0 atas Italia dalam babak final. Torres juga memberikan assist dalam gol penutup yang dicetak oleh rekannya di Chelsea saat itu, Juan Mata.


  • Kembali ke Atletico Madrid dan Menjuarai Europa League

Fernando Torres

El Nino kembali ke Atletico Madrid pada 2015 setelah sempat membela AC Milan sepanjang 2014 sebagai pemain pinjaman dari Chelsea. Bersama klub asalnya, Torres bergabung kembali dengan mantan rekannya, Diego Simeone, yang menjabat sebagai pelatih utama.


Pada musim terakhirnya bersama Los Rojiblancos, Torres berhasil membantu klub tersebut menjadi juara Europa League setelah mendapatkan kemenangan 3-0 atas Olympique Marseille di Lyon, Prancis. Hadiah perpisahan yang ideal dengan klub ibu kota Spanyol tersebut.