Legenda Manchester United periode 1981-1994, Bryan Robson, menyoroti kinerja manajemen Setan Merah dalam mengurus gaji pemain-pemain di dalam skuat. Menurutnya, United mengaturnya dengan sangat bodoh.


Contoh itu bisa dilihat kala United menggaji Alexis Sanchez dengan gaji tinggi (400.000 poundsterling per pekan), meski ia baru datang dari Arsenal pada Januari 2018. Gajinya itu tidak setimpal dengan kontribusinya kala bertanding.

FBL-ENG-PR-HUDDERSFIELD-MAN UTD

Menilik gaji tinggi Sanchez itu, para pemain senior atau yang sudah lama berada di United otomatis menginginkan peningkatan gaji. Robson mencontohkan efek buruknya pengaturan gaji oleh manajemen United dengan menyertakan Marcus Rashford.


"Semuanya tahu skala gaji yang saat ini dituntut oleh pemain-pemain top. Dan, terkait hal tersebut, United telah menciptakan masalah mereka sendiri dari segi uang yang mereka bayarkan saat ini," ujar Robson, dilansir dari Sky Sports.

"Mereka telah melakukan yang terbaik untuk pemain dan menjadikan klub seatraktif mungkin untuk meyakinkan rekrutan baru. Anda harus salut dengan ambisi itu, tapi itu artinya pemain-pemain top - dan itulah (Marcus) Rashford - akan coba mendapatkan uang sebanyak dan sebisa mungkin sebagai bagian struktur."


"Pada akhirnya dia harus diperhatikan dan di waktu bersamaan, mereka tak bisa terlihat mengambil peluang kehilangannya - bukan berarti saya percaya dia benar-benar ingin hengkang. Mereka harus merampungkan kesepakatan untuk menjaganya - selama itu bukan (nominal) uang yang bodoh," tegas Robson.


Bukan hanya Rashford, David De Gea, kiper Man United, yang beberapa musim terakhir jadi pemain terbaik klub juga menginginkan yang sama. Semua ini terjadi karena blunder klub dalam memberikan gaji dasar kepada Sanchez.