​Striker asal Spanyol Alvaro Morata mengaku bahwa dirinya tak berminat untuk kembali ke London Barat untuk memperkuat Chelsea. Dirinya menyatakan lebih berbahagia bermain untuk Atletico Madrid. 


Morata dipinjamkan Chelsea selama dua musim ke Atletico Madrid setelah gagal menunjukkan konsistensi yang diharapkan setelah dibeli dengan harga 71 juta pound pada musim panas 2017.  


Ekspektasi tinggi terhadap Morata cukup beralasan mengingat dia menggantikan posisi Diego Costa, yang kembali ke Atletico Madrid, yang cukup produktif dan menjadi andalan utama saat The Blues meraih dua gelar Premier League pada 2015 dan 2017. 


Ironisnya Morata dipinjam Atletico Madrid pada Januari 2019 lalu karena Diego Costa mengalami cedera panjang. Dalam enam bulan pertamanya bersama Atletico, performa Morata terlihat sedikit membaik dengan mencetak enam gol dari 17 penampilan di semua kompetisi.

Eks pemain Real Madrid dan Juventus itu mengaku bahwa dirinya kini merasa lebih nyaman bermain di Atletico karena tidak menerima kritik yang berlebihan yang menggerogoti kepercayaan dirinya. 


"Saya telah kehilangan kepercayaan pada diri saya sebelumnya. Saya sangat kecewa dengan pendapat orang-orang di Inggris. Saya pikir mereka mengkritik saya atas segalanya," kata Morata dilansir Goal. 


"Saya tidak merasa dicintai atau dihargai oleh klub atau para penggemar. Saya memulai dengan sangat baik di Chelsea, tetapi cedera pada akhirnya membuat Anda jadi menurun." 


"Seburuk-buruknya, saya masih mencetak 15 gol dan memenangi FA Cup, tetapi saya absen dari Piala Dunia, dan bagi saya itu adalah hal tersulit yang dapat terjadi pada saya dalam hidup saya." 


"Saya bermimpi bisa bermain di Piala Dunia sejak saya berusia 10 tahun, dan saya memilih Chelsea karena saya pikir itu akan menjadi klub terbaik yang nantinya bisa membuat saya bermain di Piala Dunia." 


Alvaro Morata juga mengaku bahwa dirinya merasa rekan-rekan setimnya tidak lagi menunjukkan kepercayaan yang sama terhadap dirinya di atas lapangan. 


"Di Chelsea, ada saatnya rekan satu tim saya, kecuali orang Spanyol, Anda tahu kapan Anda akan mengirim umpan kepada pemain lain yang sepertinya tak akan menerimanya dengan baik. Anda tidak memberikan umpan dengan cara yang sama. Semua yang pernah bermain sepakbola tahu itu." 


"Dan pada akhirnya, ini adalah situasi yang tidak dapat Anda kendalikan: ini bukan tentang menjadi positif atau negatif, atau tentang mencoba bersenang-senang atau khawatir. Ini adalah kepercayaan diri yang dimiliki orang lain terhadap Anda: rekan setim Anda, klub. Dan saya menemukannya di sini di Atletico." 


"Saya sudah mengatakannya berkali-kali: ada momen di mana ada hal-hal yang melampaui ketenaran, uang, dan segalanya. Di Atletico saya sudah dapat memiliki semua itu, tetapi saya ingin bertahan di sini jadi saya bisa bermain di level tertinggi," pungkasnya.