​Setiap menatap musim baru, para klub-klub Eropa pastinya banyak yang mendatangkan pemain anyar dengan bertujuan semakin menguatkan komposisi skuatnya masing-masing. Akan tetapi, di musim 2018/19 ini, nyatanya tak sedikit pemain anyar yang gagal menampilkan performa terbaik bersama klub barunya.


Maka dari itu, berikut adalah sepuluh ​transfer terburuk dalam sepanjang musim ini.


10. Kevin Prince Boateng (Barcelona)

Prince Boateng

Tidak pernah ada yang menduga apabila tim sekelas ​ Barcelona, tertarik untuk mendatangkan Kevin Prince Boateng dari Sassuolo sebagai pemain pinjaman di bursa transfer musim dingin 2019.


Sudah mempunyai pemain-pemain kelas dunia untuk mengisi lini penyerangan seperti ​Lionel Messi, Luis Suarez, dan Ousmane Dembele membuat publik benar-benar bingung dengan keputusan dari Ernesto Valverde memboyong pemain berpaspor Ghana itu.


Alhasil, karier Boateng di Barcelona seperti hanya numpang lewat saja, setelah dirinya hanya memainkan tiga laga.


9. Mariano Diaz (Real Madrid)

Mariano

Hengkangnya megabintang ​Cristiano Ronaldo ke ​Juventus, membuat ​Real Madrid melakukan pembelian panik di musim panas 2018 lalu kala mendatangkan kembali Mariano Diaz dari Olympique Lyon. Bersama Les Gones, Mariano memang bisa memperlihatkan ketajamannya secara konsisten.


Namun, saat kembali merumput bersama Los Blancos, pemain yang mengenakan nomor punggung 7 ini justru tidak mampu menyamai level permainan Madrid, sehingga membuat dirinya lebih sering menghangatkan bangku cadangan.


Kabarnya, Mariano juga berpotensi besar hengkang dari kota Madrid untuk kedua kalinya lantaran Zinedine Zidane tak memasukkan namanya ke dalam rencana.


8. Gonzalo Higuain (Chelsea)

Gonzalo Higuain

Ketika ​Chelsea mengalami permasalahan pada lini serang, Maurizio Sarri akhirnya melakukan pergerakan dengan mendatangkan Gonzalo Higuain di bursa transfer musim dingin 2019.


Kehadiran Higuain awalnya sangat diharapkan dapat memberikan ketajamannya, akan tetapi fakta di lapangan berkata lain. Pemain berpaspor Argentina itu justru masih kesulitan mencari penampilan terbaiknya di Premier League lantaran hanya mencetak lima gol.



7. Jean Michael Seri (Fulham)

Jean Michael Seri

Secara mengejutkan tim promosi ​Premier League, Fulham berhasil mengalahkan tim-tim besar Eropa seperti ​Chels​ea​Borussia Dortmund, dan ​Arsenal dalam mendapatkan gelandang OGC Nice, Jean Michael Seri dengan mahar 25 juta euro. 


Keputusan Seri untuk bergabung dengan The Cottagers, disinyalir karena dirinya ingin bermain secara reguler. Nahasnya, performa dari pemain berpaspor Pantai Gading justru merosot. Sebab, pemain berusia 27 tahun itu terlihat sulit beradapatasi dengan gaya permainan sepakbola Inggris.


6. Aleksandr Golovin (AS Monaco)

FBL-FRA-LIGUE1-MONACO-AMIENS

Aleksandr Golovin menjadi salah satu pemain yang cukup mencuri perhatian di Piala Dunia 2018, atas penampilan apiknya bersama Timnas Rusia. Alhasil, dirinya pun diperebutkan ​Chelsea dan ​Juventus saat bursa transfer musim panas 2018 lalu.


Walau begitu, pada akhirnya justru klub Ligue 1, AS Monaco yang berhasil mendapatkan tanda tangan Golovin di musim ini. Dituai harapan tinggi, pemain berusia 22 tahun tersebut ternyata tampil di bawah ekpekstasi.


Sempat alami cedera berkepanjangan di awal musim, Golovin harus berjuang keras membantu skuat asuhan Leornado Jardim keluar dari zona degradasi dengan hanya mencatatkan tiga gol serta tiga assist.


5. Thibaut Courtois (Real Madrid)

FBL-ESP-LIGA-RAYO-REAL MADRID

 Sebelum benar-benar resmi hengkang ke ​Real Madrid, Thibaut Courtois telah melakukan hal-hal kontroversi seperti misalnya mangkir latihan dengan mantan klubnya,​ Chelsea guna mempermulus proses transfernya.


Ketika sudah berseragam Los Blancos di musim 2018/19 ini, peraih Golden Glove di Piala Dunia 2018 itu, justru lebih sering tampil mengecewakan. Tercatat, Courtois hanya mampu mencatatkan delapan clean sheet saja dari 27 laga dalam ajang La Liga.


4. Thomas Lemar (Atletico Madrid)

Thomas Lemar

Usia dari Thomas Lemar memang masih menginjak 23 tahun, namun keputusannya hengkang dari AS Monaco untuk bergabung ke Atletico Madrid, kemungkinan menjadi keputusan kurang baik baginya.


Karena pemain berpaspor Prancis tersebut kesulitan untuk menemukan penampilan terbaiknya setiap kali diberi kesempatan bermain oleh Diego Simeone. 


Simeone yang gemar menggunakan taktik 4-4-2 ketimbang 4-3-3 di musim 2018/19 ini, menjadi alasan mengapa penampilan Lemar kurang menonjol lantaran Los Rojiblancos kini lebih bermain defensif.


3. Alireza Jahanbakhsh (Brighton & Hove Albion)

Alireza Jahanbakhsh

Penampilan dari Alireza Jahanbakhsh saat berada di AZ Alkmaar dengan klubnya saat ini, Brighton & Hove Albion sangat berbanding terbalik. Ketika masih berada di kompetisi Eredivisie, Jahanbakhsh berhasil menjadi top skorer dengan mencatatkan 21 gol.


Namun, saat merantau ke Inggris untuk memperkuat Brighton, pemain asal Iran itu justru kesulitan mencari ketajamannya. Lebih parahnya lagi, dirinya sama sekali tidak mampu menyumbang gol maupun assist di musim pertamanya bersama The Seagulls.


2. Malcom (Barcelona)

Malcom

Transfer Malcom ke  Barcelona di bursa transfer musim panas 2018 lalu, memang terdengar sangat kontroversial. Mengingat AS Roma sejatinya menjadi tim terdepan untuk menggunakan jasanya, namun Barca membajaknya seusai mengajukan tawaran lebih tinggi.


Keputusan Malcom untuk melanjutkan kariernya bersama skuat asuhan Ernesto Valverde tersebut tidak berjalan dengan baik lantaran dirinya sangat minim mendapatkan menit bermain.


Dari 15 laga yang dijalankan Malcom di kompetisi​ La Liga, ia hanya dipercaya sebanyak enam kali untuk menjadi starter dan hanya mampu mencetak satu gol saja.


1. Fred (Manchester United)

FBL-ENG-PR-EVERTON-MAN UTD

Fred menjadi pemain termahal keempat dalam sejarah ​Manchester United, setelah pihak klub mendatangkannya dengan mahar 53,10 juta pound. Tapi, pemain berpaspor Brasil itu gagal memenuhi ekspektasi.


Dibeli dengan harga mahal, Fred malah kesulitan mencari tempat reguler di musim perdananya dengan Setan Merah karena sering tampil buruk ketika mendapatkan menit bermain oleh mantan pelatih ​Man United, Jose Mourinho ataupun Ole Gunnar Solskjaer.


Pemain berusia 26 tahun tersebut pun harus puas mengakhiri musim 2018/19 dengan memainkan 17 pertandingan dan hanya mengoleksi satu gol.