Arsenal dipastikan tidak dapat membawa Henrikh Mkhitaryan untuk menghadapi Chelsea dalam laga final Europa League yang akan diadakan di Baku, Azerbaijan, pada Kamis (30/5) dini hari WIB. Permasalahan politik yang berlangsung antara Azerbaijan dan Armenia, negara asal Mkhitaryan, membuat sang pemain tidak dapat memperoleh jaminan keamanan yang memadai.


Tim London Utara itu sudah beberapa kali menyampaikan protes kepada UEFA selaku asosiasi sepak bola Eropa terkait kegagalan mereka untuk memberikan jaminan keamanan yang memadai, tetapi pada akhirnya Mkhitaryan mengambil keputusan untuk tidak mengikuti laga tersebut.


Henrikh Mkhitaryan,Bruno Saltor

Setelah dipastikan kehilangan salah satu pemain kuncinya, Unai Emery selaku manajer The Gunners menghormati keputusan yang diambil oleh pemain dengan nomor punggung 7 tersebut, walau ia juga menyayangkan kejadian ini.


“Saya sudah melakukan diskusi dengan Henrikh Mkhitaryan mengenai hal ini. Keputusan ini bersifat sangat personal. Mkhitaryan ingin bermain dengan rekan-rekannya, tetapi ia sudah berbicara dengan keluarganya dan memutuskan untuk tidak mengikuti perjalanan dengan tim. Memang ini kabar buruk, tetapi kami harus menghormati keputusannya,” ucap Unai Emery dalam konferensi pers yang dikutip dari Evening Standard.


Emery juga memiliki pengalaman terkait permasalahan politik ketika daerah asalnya, Basque, sempat menjalani isu politik dengan Spanyol, dan menegaskan bahwa ia tidak memiliki hak untuk memaksa Mkhitaryan mengikuti skuat Arsenal yang akan menghadapi Chelsea di Baku.