​​Juventus sebelumnya telah mengumumkan bahwa Massimiliano Allegri akan meninggalkan kursi kepeltihan La Vecchia Signora musim panas ini meski sang pelatih berhasil mengantar timnya kembali menjuarai Serie A. 


Keputusan itu tentu mengejutkan mengingat selama lima tahun duduk sebagai pelatih, prestasi Allegri cukup luar biasa. Dia berhasil mempersembahkan lima titel Serie A, empat Coppa Italia, dan mengantar Juventus dua kali menembus final Champions League. 


Meski banyak yang menilai bahwa kegagalan Juventus melaju lebih jauh dari perempat final Champions League musim ini sebagai faktor di balik keputusan petinggi klub, Allegri bersikukuh bahwa dirinya meninggalkan tim asal Turin dalam kondisi yang bagus. 

"Saya meninggalkan skuat juara yang berpotensi mengulangi keberhasilan mereka di Italia dan memiliki musim yang hebat di Champions League," kata Allegri dilansir ​Sky Sports


"Sayangnya, beberapa situasi tidak berjalan sesuai harapan sepanjang musim ini. Kami berbicara, mengungkapkan ide-ide kami tentang apa yang terbaik untuk Juventus dan masa depan Juventus." 


"Setelah itu, klub mengevaluasinya dan memutuskan yang terbaik adalah saya tidak akan menjadi pelatih musim depan."


Eks pelatih AC Milan itu menyiratkan bahwa keputusan petinggi Juventus mengenai jabatannya berlangsung dengan suasana yang bersahabat.


"Hubungan dengan Presiden Agnelli, direktur (Pavel) Nedved, dan (Fabio) Paratici tetap luar biasa. Kami semua telah tumbuh bersama dan saat yang tepat telah datang untuk pergi dengan kondisi terbaik."


"Beberapa hal yang diberitakan tidak benar, mengabarkan bahwa saya meminta kontrak panjang, untuk revolusi pasukan dan pemain yang berbeda, tetapi kami tidak pernah mendapatkannya. Kami hanya menyadari bahwa yang terbaik adalah tidak lagi bersama," tutupnya.