Manajer Manchester City, Pep Guardiola, meminta maaf kepada Liverpool beserta fans apabila nyanyian dari timnya menyindir mereka. Menurut Guardiola, tidak ada unsur kesengajaan dari The Citizens untuk bernyanyi dengan maksud menyindir Liverpool.


City berhasil jadi juara Premier League untuk kedua kalinya beruntun dengan mengalahkan Liverpool musim ini. Selepas meraih trofi, tersebar video Man City bernyanyi "Allez, Allez, Allez" untuk menyindir sang rival.



Lagu itu untuk menyindir kegagalan Liverpool jadi juara Champions League musim lalu. Selain itu juga, City juga diklaim menyindir momen ketika Vincent Kompany mencederai Mohamed Salah dan juga bersenang-senang dengan fans Liverpool yang 'terluka di jalan'.


Guardiola langsung membantah tudingan tersebut. Kendati demikian, manajer asal Spanyol meminta maaf kepada Liverpool apabila ada sindiran di balik nyanyian tersebut.



"Itu (nyanyian Man City) tidak seperti yang dikatakan orang-orang. Jika Anda bisa bayangkan, hanya dalam waktu satu detik, bahwa kami bisa menyindir tragedi itu, mengenai orang-orang Liverpool," tutur Guardiola, dikutip dari TalkSport.



"Jika seseorang tersinggung karena isu lainnya saya meminta maaf, tapi bukan itu niatan kami. Kami bahagia kepada diri kami sendiri. Kami merayakannya sendiri dan betapa bahagianya kami memenangkan Premier League melawan lawan yang sangat hebat," pungkasnya.


Man City saat ini masih berpeluang meraih trofi sekaligus menyapu bersih seluruh trofi di kancah domestik. Man City akan melawan Watford di Wembley pada final FA Cup, Sabtu (18/5) pukul 23.00 WIB.