Dikenal sebagai sosok yang memiliki pendekatan keras dan sangat menuntut disiplin terhadap anak buahnya, Jose Mourinho menilai dirinya sudah mengambil jalan yang tepat sebagai pelatih. 


Dalam sebuah wawancara dengan media Prancis, L'Equipe, Mourinho menjelaskan bahwa menjadi manajer yang baik hati bisa menjadi bumerang bagi tim yang dilatih oleh sosok tersebut.


Masa kepelatihan Mourinho di ​Manchester United menjadi rujukan dalam wawancaranya kali ini. Kerap menyiratkan tidak mendapatkan dukungan penuh dari petinggi klub dan memiliki beberapa pemain yang membangkang, Mourinho mengaku bahwa dirinya memilih untuk bersikap apa adanya dan menolak menjadi boneka atau orang yang menuruti kemauan semua orang. 


"Ketika Anda hampir sendirian, dalam hal itu Anda tidak memiliki dukungan dari klub yang dekat dengan Anda, sementara pemain tertentu agak melawan pelatih yang bersikap baik," kata Mourinho dilansir ​Independent


"Saya tidak ingin menjadi orang baik, karena orang baik, setelah tiga bulan, dia menjadi boneka dan itu tidak berakhir dengan baik." 


"Ketika saya mengatakan bahwa musim kedua saya (di Manchester United) itu fantastis, saya mengatakannya karena potensi yang kami miliki dan target tercapai." 


"Saya benar-benar diperas, seperti jeruk, untuk bisa mencapai target tersebut. Ketika Anda memiliki sekelompok pemain yang sangat profesional yang ambisius, pekerja keras dan berbakat, di klub terstruktur, Anda tidak mengalami hal seperti itu." 


Ucapan Mourinho kali ini bisa diartikan sebagai sebuah sindiran kepada pelatih Manchester United saat ini, Ole Gunnar Solskjaer yang memang terkesan menurut dengan kemauan petinggi klub.