Setelah ​Liverpool sukses melakukan comeback fantastis kontra ​Barcelona, tim asal Inggris lainnya, ​Tottenham Hotspur juga tak mau kalah. Kekalahan 1-0 di leg pertama dari Ajax Amsterdam sama sekali tidak membuat mereka gentar menghadapi perlawanan De Godenzonen.


Frenkie de Jong dkk sepertinya sudah dipastikan lolos ke final setelah berhasil mencetak dua gol lewat Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech, namun di babak kedua ​Spurs tampil perkasa dan mencetak dua gol balasan dalam waktu empat menit, yakni di menit ke-55 dan 59.


Anak asuh Mauricio Pochettino akhirnya lolos secara dramatis, lagi-lagi Lucas Moura mencatatkan namanya di papan skor 30 detik sebelum wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Walau agregat sama kiuat 3-3, ​The Lilywhites unggul dalam agresivitas gol tandang.


Namun ternyata sebelum ​Liverpool dan ​Spurs sudah banyak klub-klub top Eropa lainnya yang sukses mencatatkan comeback gemilang di kompetisi​ Champions League. Berikut penjabarannya.


11. Chelsea vs Napoli (2011/12)

​Chelsea mengusung misi bangkit kala menjamu Napoli di leg kedua babak 16 besar Champions League, pasalnya skuat asuhan Roberto Di Matteo sudah kalah 1-3 saat menyambangi markas I Partenopei.


​The Blues yang diwajibkan menang 2-0 sukses mendapatkan skor tersebut melalui gol Didier Drogba dan John Terry, namun kemudian Gokhan Inler membuat gol balasan, sehingga mereka diwajibkan mencetak gol tambahan jika ingin lolos.


Hasilnya, Frank Lampard dan Branislav Ivanovic berhasil mencetak dua gol tersebut hingga akhirnya ​Chelsea lolos ke perempat final. Musim 2011/12 kian istimewa karena akhirnya mereka juga menjadi juara.


10. Manchester United vs Paris Saint-Germain (2018/19)

​Manchester United harus menelan kekalahan 2-0 dari Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar ​Champions League, hal ini tentu saja membuat mereka memiliki misi untuk membalas kekalahan di leg kedua yang berlangsung di Parc des Princes.


Man United sukses membuka keunggulan melalui Romelu Lukaku di menit kedua, namun kemudian PSG menyamakan kedudukan lewat gol Juan Bernat di menit ke-12.


Lukaku kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-30 dan membuat paruh pertama berakhir dengan keunggulan 2-1.


Hasil ini sebenarnya sudah cukup untuk mengantarkan PSG lolos ke babak berikutnya, namun beberapa menit jelang laga usai, ​The Red Devils  mendapatkan hadiah penalti karena Presnel Kimpembe melakukan handsball. Marcus Rashford yang jadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna.


9. Juventus vs Atletico Madrid (2018/19)

​Cristiano Ronaldo kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia dalam pertandingan ini, terlebih di leg pertama​ Juventus sudah kalah 2-0 atas Atletico Madrid.


​Ronaldo tampil menggila dan sukses mencatatkan hattrick di menit ke 27, 49 dan 86. Bianconeri sukses melaju ke perempat final dengan keunggulan agregat 3-2, namun langkah mereka di ​Champions League dihentikan Ajax Amsterdam.


8. Real Madrid vs AS Monaco (2003/04)

Di musim 2003/04,​ Real Madrid jelas menjadi tim yang lebih diunggulkan kala bertemu dengan AS Monaco di babak perempat final ​Champions League. Di leg pertama, ​El Real bahkan sukses menang dengan skor meyakinkan 4-2.


Namun dewi fortuna nampaknya lebih berpihak pada Monaco, mereka akhirnya lolos ke semfinal berkat kemenangan 3-1 di leg kedua, meski agregat gol sama kuat 5-5, Monaco tetap lolos karena agresivitas gol tandang.


7. Manchester United vs Bayern Munchen (1998/99)

​Manchester United sukses melaju ke final​ Champions League pada musim 1998/99, namun kemudian tertinggal 1-0 dari ​Bayern Munchen lewat gol yang dicetak Mario Basler di menit keenam.


Tentu saja para penggemar ​The Red Devils sudah pesimis jika timnya bisa menjadi juara, namun Teddy Sheringham berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-91. Ole Gunnar Solskjaer jadi pahlawan kemenangan tim dengan gol di menit ke-93.


Gary Neville dkk pun keluar sebagai pemenang dan berhasil meraih treble atau tiga gelar berbeda musim ini.


6. Barcelona vs Paris Saint-Germain (2016/17)

Kejutan terjadi di babak 16 besa​r Champions League​Barcelona yang menjadi salah satu tim unggulan secara tak terduga takluk 4-0 dari Paris Saint-Germain lewat gol Edinson Cavani, Julian Draxler dan dua gol Angel di Maria.


Tak menyerah, ​Barca sukses membalas kekalahan di leg pertama dengan kemenangan telak 6-1. Blaugrana yang kala itu masih bermain di bawah arahan Luis Enrique lolos ke babak perempat final dengan keunggulan agregat gol 6-5.


5. Real Madrid vs Ajax Amsterdam (2018/19)

​Real Madrid tentu saja menjadi tim yang lebih diunggulkan dalam pertandingan ini, terlebih mereka sudah unggul 2-1 di leg pertama kala menyambangi Johan Cruijff Arena.


Namun secara tak terduga De Godenzonen sukses mempermalukan sang juara bertahan di hadapan pendukungnya sendir dengan skor telak 4-1 melalui gol Hakim Ziyech, David Neres, Lasse Schone dan Dusan Tadic. 


Gol balasan Marco Asensio pun menjadi tak berarti karena akhirnya Ajax sukses melaju ke perempat final dengan keunggulan agregat 5-3.


4. Liverpool vs AC Milan (2004/05)

Partai final ​Champions League 2004/05 antara ​Liverpool kontra​ AC Milan nampaknya menjadi salah satu laga terbaik, apalagi ​ Rossoneri sepertinya akan menang mudah karena di babak pertama unggul telak 3-0.


Namun kemudian skuat asuhan Rafael Benitez sukses menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dalam waktu enam menit saja.


​Liverpool sukses menjadi pemenang lewat babak adu penalti dengan skor 3-2 setelah Jerzy Dudek berhasil menepis tendangan Andriy Shevchenko.


3. AS Roma vs Barcelona (2017/18)

Comeback gemilang di kompetisi ​Champions League juga terjadi di musim 2017/18, AS Roma berhasil menyingkirkan ​Barcelona di perempat final.


​Azulgrana sepertinya sudah berada di atas angin karena di pertemuan pertama menang 4-1, namun kemudian I Giallorossi tampil menggila di hadapan pendukungnya sendiri dan sukses menang 3-0 lewat gol Dzeko, De Rossi, dan Manolas.


Walau agregat gol sama kuat 4-4, Roma akhirnya dipastikan lolos ke babak semifinal berkat agresivitas gol tandang.


2. Liverpool vs Barcelona (2018/19)

Kekalahan telak 3-0 di leg pertama dan bermain tanpa diperkuat beberapa pemain andalan sama sekali tidak membuat ​Liverpool gentar menghadapi ​Barcelona, terlebih leg kedua diselenggarakan di Anfield.


Anak asuh Jurgen Klopp akhirnya sukses melaju ke final dengan keunggulan agregat gol 4-3  lewat sepasang gol dari Georginio Wijnaldum dan Divock Origi.


1. Ajax vs Tottenham Hotspur (2018/19)

Cukup banyak comeback fantastis yang terjadi di ​Champions League 2018/19, ​Tottenham menjadi tim teranyar yang melakukannya. Kekalahan 0-1 di leg pertama dari Ajax nampaknya sama sekali tidak membuat Cristian Eriksen dkk takut menyambangi Johan Cruijff Arena.


Tuan rumah sepertinya sudah nyaris melaju ke final saat unggul 2-0 lewat gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech, namun Lucas Moura tampil menggila dan mencetak hattrick hingga akhirnya ​Spurs lolos berkat agresivitas gol tandang meski agregat gol sama kuat 3-3.