Perjalanan ​Liverpool di musim 2018/19 memang dapat dikatakan mulus, ​mereka menjadi salah satu tim yang mampu tampil konsisten dan kini berada di posisi dua klasemen sementara ​Premier League. Sementara kala berlaga di Eropa, mereka sudah memastikan satu tempat di babak semifinal​ Champions League.


Selain taktik dan strategi tepat yang digunakan Jurgen Klopp, performa para pemain juga patut mendapatkan apresiasi lebih, salah satu pemain kunci ​The Reds musim ini adalah Virgil van Dijk yang menempati posisi bek tengah.


Hampir selalu tampil konsisten dan menjadi pilihan utama Klopp, lini belakang ​Liverpool juga menjadi salah satu yang tampil solid musim ini. Bahkan di kompetisi​ Premier League, Alisson baru kebobolan 20 gol.

Hal ini pula yang membuat Van Dijk kemudian terpilih sebagai PFA Player of the Year, dia mengalahkan empat pemain lainnya, yakni ​Eden Hazard, Sergio Aguero, Raheem Sterling, dan rekan setimnya, Sadio Mane.


​Setelah sebelumnya merasa sangat bangga dan terhormat karena sudah terpilih sebagai pemain terbaik, pemain asal Belanda itu kini juga tak sungkan untuk mengungkapkan rahasia suksesnya bersama​ Liverpool.


"Saya rasa kunci kesuksesan yang diraih​ Liverpool musim ini adalah bagaimana cara bertahan yang diperlihatkan para pemain. Kami melakukannya bersama-sama. Bahkan bertahan juga dimulai dari lini depan," ungkap Van Dijk seperti dilansir ​Mirror.


"Cara para penyerang​ Liverpool menghadapi tekanan dari barisan pertahanan tim lawan juga sangat luar biasa. Saya tentu saja tidak mau berada dalam tekanan dan berhadapan dengan pemain seperti mereka. Kami juga memiliki lini tengah yang akan selalu merepotkan serta menghantui Anda setiap saat," tambah eks pemain Southampton itu.

​The Reds nampaknya memang mendominasi PFA Player of The Year dalam dua musim terakhir, sebelum Van Dijk, Mohamed Salah memenangkannya terlebih dulu di musim 2017/18.