​Setiap klub sepakbola sudah pasti memiliki target tinggi dan ingin memenangkan trofi di setiap musim, namun tak jarang performa para pemain malah menurun atau taktik dan strategi yang digunakan manajer tidak berjalan dengan baik hingga akhirnya pihak klub memilih untuk memecatnya.


Manajer sementara atau interim pun langsung ditunjuk untuk menukangi klub, jika sukses mengangkat performa tim, tak jarang para petinggi klub juga tak membuang waktu untuk memberikan kontrak permanen.


Namun ternyata keputusan ini tidak sepenuhnya berhasil, ada setidaknya enam manajer yang kinerjanya malah menurun pasca mendapatkan kontrak permanen. Siapa sajakah mereka? Berikut penjabarannya.


6. Tony Adams

Portsmouth Manager Tony Adams is picture

Tony Adams dikenal sebagai salah satu pemain legendaris ​Arsenal, namun sejak memutuskan gantung sepatu, dia kemudian menggeluti karier sebagai manajer. Tim pertama yang ditukanginya adalah Wycombe Wanderers.


Tiga tahun kemudian, Adams memilih untuk hengkang ke Portsmouth dan menjadi asisten Harry Redknapp, hasilnya dia turut andil mengantarkan Pompey finis di posisi kesembilan sekaligus menjuarai FA Cup di musim 2007/08 pasca mengalahkan Cardiff City.


Hengkangnya Harry Redknapp ke ​Tottenham Hotspur membuat pria asal Inggris tersebut diangkat sebagai interim dan bekerja sama dengan Joe Jordan dan tak lama kemudian diberikan kontrak permanen.


Sayang, performa Portsmouth menurun drastis dan hanya bisa mengamankan 10 poin dari 16 pertandingan. Hasil minor ini membuat Adams akhirnya resmi dipecat pada Februari 2009 silam.


5. Craig Shakespeare

FBL-ENG-PR-LEICESTER-WEST BROM

Buruknya performa Leicester City di musim 2016/17 membuat manajemen klub akhirnya memilih untuk melengserkan Claudio Ranieri per tanggal 23 Februari 2017 dari kursi kepelatihan, asistennya, Craig Shakespeare kemudian langsung ditunjuk sebagai interim.


Tugas berat pun langsung dihadapi Shakespeare, Jamie Vardy dkk harus menantang salah satu tim unggulan​, Liverpool. Namun secara tak terduga, The Foxes berhasil menang dengan skor 3-1. Mulai 13 Maret 2017, pria berusia 55 tahun itu kemudian langsung diangkat sebagai manajer tetap. 


Sejumlah rekor pun berhasil dia torehkan, termasuk di antaranya menjadi manajer asal Inggris pertama yang sukses membawa timnya mencetak tiga gol dalam tiga laga beruntun. Terkesan dengan kinerja Shakespeare, Leicester langsung memberikan kontrak tiga musim pada Juni 2017.


Sayang, performa konsisten Leicester tidak berlanjut di musim 2017/18, Leicester sulit membukukan kemenangan dan bahkan terjebak di zona degradasi hingga akhirnya dipecat pada Oktober 2018.


4. Tim Sherwood

Tim Sherwood

​Tottenham Hotspur memilih Tim Sherwood sebagai manajer interim di tahun 2013, kala itu dirinya tengah bertugas sebagai asisten dari Andre Villas Boas yang resmi dipecat pada bulan Desember.


Menelan kekalahan di tugas perdananya sebagai interim dan kemudian meraih kemenangan 3-2 kontra Southampton, ​Spurs resmi mengangkatnya sebagai manajer tetap dan mengontraknya selama 18 bulan sampai akhir musim 2014/15.


Namun performa ​The Lilywhites mengalami penurunan dan akhirnya hanya mampu mengakhiri musim di posisi enam hingga akhirnya Sherwood dipecat pada 13 Mei 2014.


3. Santiago Solari

Santiago Solari,

Inkonsistensi performa yang diperlihatkan ​Real Madrid pada musim 2018/19 memang memaksa pihak klub untuk mengakhiri kerjasama dengan Julen Lopetegui pasca mereka dipermalukan ​Barcelona dengan skor telak 5-1, Oktober 2018 silam.


Secara mengejutkan, pelatih​ Real Madrid Castilla, Santiago Solari ditunjuk sebagai interim, empat kemenangan beruntun yang berhasil dia persembahkan pun langsung membuat pria asal Argentina itu resmi diangkat sebagai manajer tetap dan diberikan kontrak selama dua musim.


Sayang, konsistensi ​El Real tidak berlangsung lama, mereka beberapa kali gagal memetik poin penuh dan disingkirkan Ajax Amsterdam di​ Champions League. Harapan untuk meraih trofi di musim 2018/19 pun harus pupus karena mereka disingkirkan ​Barcelona di Copa del Rey, sementara di ​La Liga, ​Madrid masih menempati peringkat tiga.


Hal ini kemudian membuat para petinggi klub kembali memutuskan untuk melakukan pergantian manajer dan memulangkan Zinedine Zidane ke Bernabeu.


2. Ole Gunnar Solskjaer

Ole Gunnar Solskjae

Buruknya penampilan ​Manchester United di bawah asuhan Jose Mourinho pada musim 2018/19 memang membuat pihak klub resmi memecatnya pada 18 Desember 2018 silam atau satu hari pasca David de Gea dkk kalah 1-3 dari ​Liverpool.


Tak mau menunggu lama, pihak klub langsung menunjuk mantan pemain mereka, Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim. Hasilnya memang patut diberi acungan jempol, T​he Red Devils sukses menjadi tim yang tak terkalahkan dalam 12 pertandingan beruntun.


Sementara di ​Champions League, ​United juga sempat melakukan comeback gemilang kontra PSG dan akhirnya mengamankan satu tempat di babak delapan besar. Hasilnya, pihak klub memilih untuk mengangkatnya sebagai manajer tetap dan memberikan kontrak tiga musim.


Namun pasca menjabat sebagai manajer tetap, performa klub yang bermarkas di Old Trafford itu malah mengalami penurunan. Tercatat ​United hanya mampu meraih dua kemenangan dari enam pertandingan terakhir yang mereka jalani, termasuk di antaranya kekalahan telak 4-0 dari ​Everton.


Kini​ Paul Pogba dkk juga masih menempati posisi enam klasemen sementara dan dipastikan mengakhiri musim tanpa gelar setelah disingkirkan ​Barcelona dengan agregat gol 4-0 di babak delapan besar​ Champions League.


1. Roberto Di Matteo

Roberto Di Matteo

Hasil buruk yang diraih ​Chelsea saat bermain di bawah arahan Andre Villas-Boas membuat pihak klub resmi memecatnya pasca kekalahan 1-3 dari Napoli di babak 16 besar Champions League. Sang asisten, Roberto Di Matteo akhirnya resmi ditunjuk sebagai interim.


Di bawah tangan dingin Di Matteo, John Terry dkk sukses memperlihatkan peningkatan performa yang sangat signifikan, meski mengakhiri musim di posisi enam, klub asal London itu berhasil memenangkan FA Cup dan ​Champions League.


Hal ini kemudian membuat Di Matteo mendapatkan kontrak permanen dan diikat selama dua musim, sayang​ The Blues malah tampil buruk di musim 2012/13. 


Kekalahan telak 3-0 dari ​Juve​ntus di babak fase grup ​Champions League menjadi laga terakhir pria asal Italia itu sebagai manajer ​Chelsea.