Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, terus memuji dan berharap banyak dari bintang andalannya, Paul Pogba. Solskjaer ingin gelandang berusia 25 tahun itu terus menjadi pemain paling berpengaruh di klub, meskipun ditaksir oleh Real Madrid.


Zinedine Zidane tidak menutupi kekagumannya kepada Pogba dan membuka pintu kedatangannya ke Santiago Bernabeu. Namun, United juga tidak mau kehilangan Pogba untuk kali kedua dan Solskjaer, berbeda dengan Jose Mourinho, sangat mengandalkannya.



Menurut manajer asal Norwegia itu, Pogba gelandang 'langka' yang dapat membantu tim dalam fase bertahan dan juga menyerang. Hal itu diperlihatkannya ketika membawa United menang 2-1 atas Watford di pekan 32 Premier League, Sabtu (30/3) malam WIB.



"Kami menginginkan Paul, baik dengan atau tanpa bola, sebagai pemain yang bagus untuk kami. Kami menginginkannya untuk jadi pengaruh dengan cara kami bermain. Terkadang, itu berarti bermain dengan delapan (pemain) di kotak penalti, terkadang mengontrol laga, bertahan dalam," tutur Solskjaer di Goal.



"Melawan Watford dia harus mundur ke belakang untuk mengontrol bola. Setiap laga akan berbeda hingga akhir musim. Kami tidak benar-benar terpaku dengan satu cara bermain. Kami punya tiga-empat gaya permainan berbeda. Itulah keindahan Paul - dia bisa melakukan keduanya (bertahan dan menyerang)," terangnya.



Pogba memang menemukan kembali kepercayaan diri dan kebahagiaannya bermain sepak bola di bawah arahan Solskjaer. Juara dunia 2018 itu akan kembali diandalkan kala United menyambangi Molineux Stadium, markas Wolverhampton Wanderers, kala memainkan laga tunda Premier League, Rabu (3/4) pukul 01.45 dini hari WIB.