Begitu banyak nama-nama baru dunia sepak bola Eropa yang mencuri perhatian musim ini. Salah satunya striker Eintracht Frankfurt, Luka Jovic, yang mendapatkan saran dari ikon sepak bola Jerman, Lothar Matthaus, untuk bermain di Premier League.



Jovic, 21 tahun, sedianya dikabarkan dekat-dekat ini bergabung ke Barcelona untuk diplot sebagai suksesor Luis Suarez (yang sudah berusia 32 tahun). Namun menurut Matthaus, Jovic seharusnya terlebih dahulu mengadu nasibnya di Premier League.



"Menurut saya, apapun yang terjadi, dia (Jovic) tidak akan lagi bermain untuk Frankfurt musim depan - dan mereka akan merindukannya. Saya tahu Barcelona dihubungkan dengannya dan normal jika klub seperti mereka datang, sulit bagi pemain mengatakan tidak," tutur Matthaus, dikutip dari TalkSport.


"Tapi saya juga tahu Niko Kovac akan menyukainya (bermain) di Bayern Munchen, dan saya sama sekali tidak ragu jika dia bisa bermain di Premier League, meskipun di Inggris lebih mengandalkan fisik."



"Saya pikir akan lebih baik baginya bertahan di Jerman atau pindah ke Inggris sekarang. Kemudian, dia bisa pergi ke Spanyol. Namun, Jovic cukup bagus untuk bermain di klub besar, tidak diragukan lagi - dia tahu cara bermain sepak bola dan bisa beradaptasi dengan liga baru," terang Matthaus.


Frankfurt memiliki opsi beli permanen Jovic dari Benfica sebesar enam juta euro. Pasca mengaktifkannya, Frankfurt disinyalir akan menjual produk akademi Red Star Belgrade itu tidak kurang dari 40 juta poundsterling.


FBL-EUR-C3-INTER-EINTRACHT


"Jovic melakukannya kala pindah ke Benfica untuk bermain di tim kedua di sana dari Red Star Belgrade, dan kemudian pindah ke Jerman. Dia bisa melakukannya di tim top Inggris, tim Champions League. Frankfurt tidak mungkin melepasnya di bawah harga 40 juta poundsterling," yakin Matthaus.


Sensasi Jovic berlanjut baru ini kala ia mencetak gol ke gawang Jerman di laga uji coba yang berkesudahan 1-1. Torehan golnya itu melanjutkan total 22 gol dari 26 laga Jovic di Bundesliga musim ini.


Luka Jovic


"Jovic pemain berteknik bagus dan ia sudah menjadi jiwa dalam permainan Frankfurt. Dia memperlihatkannya, di setiap pertandingan, seberapa besarnya dia ingin menang," imbuh Matthaus.


"Jovic bekerja untuk tim. Dia memberi contoh dengan karakternya, determinasi, dan hasrat bermainnya. Itu tanda pemain bagus, seorang pemimpin. Anda harus mengingatnya, terkadang, bahwa dia baru berusia 21 tahun. Masih banyak waktu baginya untuk belajar dan berkembang sebagai pemain," pungkasnya.