​Publik banyak mengkritik keputusan pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps yang masih membawa nama penyerang Chelsea, Olivier Giroud ke dalam skuatnya. Kritikan itu datang mengingat penampilan buruk Giroud di Piala Dunia 2018 lalu. Seperti diketahui, dirinya tidak bisa mencetak gol maupun melakukan tendangan ke gawang.


Walau begitu, Deschamps sepertinya tak membuat kesalahan dengan terus memasukan nama Giroud ke skuat Les Bleus. Sebab, pemain berusia 32 tahun itu baru saja membantu Prancis mengalahkan Moldova 4-1, melalui satu gol yang diciptakannya.


Gol yang dilesatkan Giroud di babak kualifikasi Euro 2020 itu, membuat dirinya berhasil menyamai catatan gol David Trezeguet (34 gol) yang berada pada peringkat ketiga sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Prancis.


Dengan pembuktian dari mantan pemain Arsenal itu, Deschamps akhirnya membuka suara. Dirinya menyatakan bahwa Giroud sebenarnya adalah sosok penyerang yang tajam apabila terus bisa dipakai secara efektif. Maka dari itu, kapten Prancis di Piala Dunia 1998 lalu, merasa bahwa Giroud tidak pantas mendapatkan kritikan dari publik.


"Perlawanan terus meningkat dan memang seperti itu adanya. Dia memang jarang dipakai di klub (Chelsea). Akan tapi ketika dia main Europa League, dia juga mencetak banyak gol," ujar Deschamps dikutip dari ​Goal.


"Total 34 gol itu angka yang penting, dan dia akan terus mencetak gol. Dia baru saja kembali dari masa-masa sulit, dia pemain bagus yang diperlakukan tidak adil," tutupnya.