Inkonsistensi yang sempat diperlihatkan ​Manchester United pada musim 2018/19 memang membuat Jose Mourinho harus meninggalkan jabatannya sebagai manajer satu hari pasca mereka takluk 1-3 dari ​Liverpool, 18 Desember 2018 silam. Posisi pria asal Portugal tersebut kemudian langsung digantikan Ole Gunnar Solskjaer.


Selain serangkaian kekalahan dan hasil optimal yang didapat ​Setan Merah, faktor keretakan hubungan dengan para pemain juga disinyalir jadi penyebab Mourinho harus kehilangan pekerjaannya. Salah satu pemain yang disebut paling banyak memiliki masalah dengan eks manajer ​Real Madrid itu adalah ​Paul Pogba.


Seperti diketahui, Mourinho memang secara tiba-tiba mencopot ban kapten Pogba serta beberapa kali mencoret namanya dari skuat. Bahkan saat​ United ditahan imbang 2-2 oleh Southampton, eks manajer ​Chelsea itu juga menyebut sang pemain sebuah virus bagi rekan-rekan setimnya.

Setelah sekian lama menolak untuk berbicara soal pemecatan Mourinho, ​Pogba akhirnya buka suara. Pemain berusia 26 tahun itu juga menegaskan bahwa penyebab sang manajer kehilangan pekerjaannya adalah serangkaian hasil buruk yang didapat tim, dan bukan karena 'player power' atau kekuatan pemain di dalam skuat.


"Hal apa yang menjadi penyebab (pemecatan Mourinho)? Kami gagal meraih kemenangan. Hal itulah yang membuat pihak klub memutuskan untuk mengganti pelatih," tegas Pogba seperti dilansir ​Goal.


"Hasil merupakan hal yang paling penting. Jika para pemain sukses meraih kemenangan, kami akan mendapatkan hasil yang bagus dan pelatih akan tetap berada di sini. Itu saja hal yang saya bisa katakan," tambah eks pemain ​Juventus tersebut.

Kini pasca dilatih Solskjaer, ​Manchester United memang menampilkan peningkatan performa yang cukup signifikan, meski masih berada di peringkat lima, Marcus Rashford dan kawan-kawan sudah memastikan satu tempat di perempat final​ Champions League dan akan segera menantang ​Barcelona.


Sementara Mourinho, masih menganggur dan dikabarkan baru akan kembali ke dunia kepelatihan di musim 2019/20. Pria berusia 56 tahun tersebut diduga kuat akan kembali melatih ​Inter Milan.